- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Anak Gajah yang Induknya Mati Dapatkan Induk Asuh Baru

Gajah mati tersengat aliran listrik di Kabupaten Bengkalis. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seekor anak gajah di Kabupaten Bengkalis, Riau, kehilangan induknya di Dusun Kayu Api, Desa Kota Pait Beringin, Kecamatan Tualang Mandau. Sang induk mati karena tersengat aliran listrik setelah berkonflik dengan manusia di perkebunan sawit.
Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara menjelaskan, anak gajah itu sudah mendapatkan "ibu asuh" baru. Anak gajah malang itu kini tengah dalam penjagaan kawanannya.
Fifin menjelaskan, kawanan gajah itu berasal dari Giam Siak Kecil. Pemantauan petugas, terlihat dua anak gajah dalam kawanan, di mana satunya diduga anak dari gajah mati beberapa waktu lalu.
"Dalam kawanan ada dua anak gajah, dimungkinkan terdapat satu indukan lain yang dapat membantu menyusui anak Gajah yang mati tersebut," kata Fifin, Senin siang, 13 Desember 2021.
Fifin menjelaskan, gajah mati itu ditemukan pada 10 Desember 2021. Bangkainya tergeletak di tengah jalan menuju kebun sawit milik warga di mana didekatnya ada kabel listrik.
Sebelumnya, kawanan gajah itu sempat merusak barak pekerja kebun sawit di lokasi. Seekor gajah betina diduga mengigit kabel tak jauh dari barak sehingga tersetrum aliran listrik.
"Bangkai gajah itu sudah dikuburkan tak jauh dari lokasi," jelas Fifin.
Sebelum dikubur, petugas medis BBKSDA Riau melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab gajah mati. Nekropsi juga disaksikan oleh Rimba Satwa Foundation dan organisasi pecinta satwa lainnya, Hipam.
Hasil identifikasi, gajah diperkirakan berumur 25 tahun. Caling (gading kecil) hanya terdapat pada bagian sebelah kiri dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun keracunan.
Pada bagian rongga mulut, terutama pada lidah dan langit-langit ditemukan luka melepuh diduga dari sengatan aliran listrik. Sementara hasil pemeriksaan organ lainnya terlihat normal.
"Melihat dari kondisi atau ukuran uterus/rahim yang belum kembali ke ukuran semula (involusi uteri) serta kondisi ambing (kelenjar susu) yang masih berproduksi/menyusui mengindikasikan bahwa individu tersebut memiliki anak," jelas Fifin. (syu)
Berita Terkait :
- Seperti Apa Wajah Perekonomian Riau Pasca-Pandemi, Besok Dibahas0
- Tragis, Gajah Menyusui Mati Tersengat Listrik di Kebun Sawit0
- Benarkah Keberadaan Nader Taher Sudah Diketahui, Sembunyi di Mana?0
- Kejati Riau Usut Belasan Korupsi, Apa Saja?0
- Gadis di Inhil Diterkam Buaya Saat Buang Air0
_Black11.png)









