- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Basarnas Pekanbaru akan Diperkuat Lima Alat Deteksi Canggih

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru akan diperkuat lima alat pendeteksi canggih untuk menunjang pencarian korban hanyut atau hilang di wilayah perairan Provinsi Riau. Hal ini disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi saat melakukan kunjungan kerja ke Basarnas Pekanbaru, Selasa (9/8/2022) sore.
Henri usai kunjungan kerja menjelaskan, saat ini Basarkan Kota Pekanbaru yang membawahi lima Pos Sar di Riau, baru diperkuat satu alat pendeteksi manusia dalam air tersebut. Tahun depan semua pos sudah diperkuat sonar bawah air baru yang super canggih, bahkan bisa membedakan antara manusia atau buaya di dalam air.
''Semua, di lima pos itu nanti masing-masing satu. Alat itu sudah dipesan, sudah kontrak. Paling lambat alat ini sudah sampai dan segera di tempatkan di lima pos tersebut. Alat ini sangat canggih, hanya dijual di satu negara dan ini yanf kita hadirkan. Jadi ke depan kita menemuka orang tidak perlu sampai nunggu tiga hari timbul sendiri,'' ujar Jendral bintang tiga ini.
Henri menyebutkan, wilayah Riau yang kondisi alamnya terdiri dari sungai-sungai besar dan juga perairan laut dangkal di Pantai Timur Sumatera memang menjadi perhatian khusus. Tidak hanya karena seringnya terjadi korban hanyut di sungai atau kapal karam di laut, tapi juga kondisi perairannya yang dangkal.
"Ada perhatian khusus untuk wilayah Riau yang terdiri dari sungai-sungai besar dan perairan laut dangkal ini. Kita dengar orang tenggelam, orang mancing hanyut, makanya kita juga mengajukan pengadaan kapal yang ukuran dan jenis mesinnya khusus. Di Riau, untuk wilayah sungai, nanti jenis mesin yang tidak akan tersangkut saat misi penyelamatan,'' kata Henri.
Kunjungan Henri sendiri di Basarnas Pekanbaru bersama rombongan disambut Kepala Basarnas Pekanbaru I Nyoman Sidakarya dan jajaran. Disambut tarian selamat datang khas Melayu Riau, Henri juga menyicip kapur dan sirih saat kedatangannya. Penyambutan itu tidak asing baginya, karena Henri sendiri pernah menjabat Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Pada kunjungan kerja singkat tersebut, Henri memberikan arahan kepada jajarannya di daerah. Pertemuan itu juga diisi dengan tanya jawab dimana personil Basarnas Pekanbaru diberikan kebebasan untuk bertanya, bahkan bebas memberikan masukan untuk kemajuan institusi vertikal tersebut. (***)
Berita Terkait :
- Di Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau0
- Penyidik Kejati Riau Mulai Temukan Titik Terang Korupsi APBD Inhu0
- Pidato Hari Jadi ke-65 Riau0
- Kajati Riau Lantik Kolonel Faisol Sebagai Asisten Tindak Pidana Militer0
- Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati0
_Black11.png)









