- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Satgas PKH Ditantang, Eks Kebun PT SAL Masih Dihuni Pekerja dan Security Lama
- Sekolah Perlu Pahami Hak dalam Pemberitaan, JMSI Inhu Gelar Sosialisasi Advokasi Pers
- Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuk Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
- Buktikan Janji dengan Kerja Nyata, Rubah Keluhan Warga Jadi Rasa Bangga
- Penataan TPA Muara Fajar Pekanbaru Berlanjut, Sistem WTE Segera Diterapkan
- Pemko Pekanbaru Klaim Penataan TPA Muara Fajar Alami Kemajuan Signifikan
- Pemko Pekanbaru Siapkan Pelebaran Jalan Bangau Sakti, Upaya Urai Kemacetan Soebrantas
- Pemko Pekanbaru Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
BI Proyeksikan Inflasi Global Tembus 9,2 Persen Tahun Ini

VokalOnline.Com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan inflasi global tembus 9,2 persen sepanjang tahun ini. Sedangkan Indonesia bisa mencapai 6,1 persen.
Menurutnya, ini adalah salah satu ciri, ekonomi tahun ini bergejolak dan kemungkinan berlanjut di tahun depan.
"High inflation atau inflasi yang tinggi, tahun ini diperkirakan inflasi dunia mencapai 9,2 persen," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11).
Inflasi tinggi ini utamanya ditopang oleh negara maju seperti AS yang diperkirakan mendekati 8,8 persen, Eropa sekitar 10 persen dan Inggris mendekati 11 persen. Hal ini dikarenakan lonjakan harga akibat perang Rusia-Ukraina yang masih memanas.
"Dari mana inflasinya, tentu saja harga energi dan tidak adanya pasokan energi akibat perang maupun kondisi geopolitik. Inflasi energi, inflasi pangan yang langsung kemudian berhubungan dengan kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Sedangkan, untuk Indonesia inflasi sampai akhir tahun diperkirakan 6,1 persen dan diharapkan bisa ditekan menjadi lebih rendah dengan berbagai kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
"Untuk (inflasi) November dan Desember dampak dari penyesuaian harga BBM masih akan berlangsung. Kemungkinan-kemungkinan masih akan naik (inflasinya), perkiraan kami akhir tahun 6,1 persen, moga-moga bisa lebih rendah lagi," imbuhnya.Sementara, untuk tahun depan Bank Indonesia menyusun asumsi makro dengan rincian:
- Pertumbuhan ekonomi 4,37 persen, lebih rendah dari prognosa tahun ini 5,12 persen
- Inflasi 3,61 persen, lebih rendah dari prognosa 2022 sebesar 6,11 persen
- Nilai tukar rupiah Rp15.070 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan prognosa tahun ini Rp14.830 per dolar AS.**Syafira
Berita Terkait :
- ESDM Pede Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi DME Sedot Investasi Rp33 T0
- UMP 2023 Naik Maksimal 10 Persen Tak Bakal Ampuh Kerek Daya Beli0
- 2 Pertimbangan Menaker Batasi Kenaikan UMP 2023 Maksimal 10 Persen0
- Simulasi Kenaikan UMP 2023 Berdasarkan Permenaker 18 Tahun 20220
- Resesi Seks China Makin Nyata, Populasi Menyusut di 13 Provinsi0
_Black11.png)









