Breaking News
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Jejak Digital Rachmat Gobel
Catatan Ilham Bintang

VokalOnline.Com - Jejak pengusaha nasional dan politisi Rachmat Gobel kini tidak hanya bisa ditemukan dalam peralatan rumah tangga dan perkantoran dengan merek dagang " Panasonic Gobel ", tetapi juga di perpustakaan.
Penerbit "Buku Republika" dua minggu lalu meluncurkan buku "Rachmat Gobel Membangun Kemakmuran". Artinya, lewat buku ini kenyamanan jasmani yang selama ini dijajakan pengusaha politisi itu sudah dilengkapi percikan pemikiran yang berfungsi sebagai gizi rohaniah.
Buku
itu mengurai dua tahun perjalanan pengabdian pengusaha Nasional
Rahmat Gobel sebagai anggota parlemen dengan posisi sebagai Wakil Ketua
DPR. Buku berukuran 13,5 X 20,5 cm dengan cover warna biru Partai Nasdem
(partainya) sebagai latar foto medium close up Rachmat Gobel (
selanjutnya RG). Buku terdiri atas 5 bab. Berisi visi RG sejak belia,
gaya diplomasi, kehidupan spritual, dan penghayatan terhadap fitrah
kemajemukan kita. Kisah RG mulai menyusuri Belarusia, menapak jejak
Soekarno di Uzbekistan demi pembangunan pertanian.
Uraian tentang
ekonomi pisang, dukungan terhadap UMKM, membangun rumah susun untuk
nakes dan santri sampai soal UU Ciptaker harus untungkan UMKM. Kisah
lainnya, bagaimana RG tetap menemui rakyat di masa pandemi, dan
mendorong Indonesia mengisi pasar halal dunia. Ada sekitar 50 tulisan
yang menguraikan kiprah RG dalam dua tahun sebagai anggota parlemen.
Filosofi Monozukuri
Kiprah
Rachmat Gobel dua tahun di parlemen ditulis Nasihin Masha, seorang
yang sangat saya kenal sebagai wartawan senior dan serius. Nasihin
mengawali karier jurnalistik dari bawah hingga pernah mencapai puncaknya
sebagai pemimpin redaksi Harian Republika. Kini anggota Dewan
Kehormatan PWI Pusat (2018-2023).
Rahmat Gobel juga sosok
yang amat saya kenal. Ia mengecam pendidikan formalnya hingga meraih
gelar Doktor Honoris Causa di Jepang. Sejak usia remaja, Rahmat
kepincut filosofi Monozukuri bangsa Jepang, yang diyakininya sebagai
akar kokoh yang menopang bangsa itu unggul di dunia.
Monozukuri
bermakna hanya “memberi yang terbaik” dalam bahasa Jepang. “ Mono”
artinya cipta karya atau produk dan "zukuri" berarti yang terbaik.
Pengalaman
saya lebih duapuluh tahun bersahabat dengan putera pengusaha dan
politisi terkenal Thayeb Gobel itu, RG memang selalu memikirkan sesuatu
dan mengusahakan segala sesuatu yang terbaik itu terwujud dalam
pelaksanaannya . Dan, itu sudah seperempat abad dipraktekkan secara
nyata dalam banyak hal. Ambil contoh, penyelenggaraan Panasonic Awards,
penghargaan tahunan bagi insan pertelevisian di Tanah Air.
Monuzukuri
memang berkait dengan konsep keunggulan, keahlian, keterampilan, jiwa
dan kebanggan atas pencapaian karya- karya terbaik, yang bermanfaat
bagi banyak orang. Persis seperti hadis Nabi, sebaik-baik manusia
adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Di dalam buku yang
saya sebut sebagai jejak digital Rachmat Gobel, kita bisa mengikuti
kiprah mantan Menteri Perdagangan ini memberdayakan masyarakat golongan
ekonomi menengah.
Hanya saja,
sayang penerbit Buku Republika, tidak mengemas cetakan buku ini
sekinclong kiprah Rachmat Gobel. Pilihan kertas tidak menopang foto-foto
illustrasi yang mestinya bisa lebih bicara dibandingkan kata-kata.
Padahal, sejak pengantar saja oleh kolumnis Fachry Ali, serta testimoni
banyak tokoh, isinya "daging" semua.
Buku " Rachmat Gobel Membangun Kemakmuran " betapapun tetap menarik disimak.
Sejarah
DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 (12 hari setelah Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia) yang kelak dijadikan sebagai hari
kelahiran lembaga terhormat itu. Berapa puluh ribu sudah tokoh
masyarakat yang pernah berkantor di Senayan.
Andaikata, sebagian saja
menulis buku, membuat kesaksian seperti yang dilakukan Rachmat Gobel,
rakyat niscaya akan memiliki kekayaan percikan pemikiran dari tiap
individu anggota yang terhormat itu.
Rakyat pun bisa mengikuti
perbenturan pemikiran dalam setiap kelahiran regulasi. Kita bisa
mengenal secara mendalam bobot pemikiran tokoh-tokoh yang memperjuangkan
rakyat. Sebebarnya, menulis memoar akan menolong mereka juga dari
penyakit lupa sehingga sering ugal-ugalan mengutak atik konstitusi.
Sekurangnya,
sebagai balasan atas perjuangan rakyat dan bayaran atas ongkos mahal
yang kita belanjakan setiap pemilu. Bukan hanya secara materiil, tetapi
bahkan korban jiwa ratusan meninggal pada Pemilu 2019 lalu. Rachmat
Gobel, salah satu yang terpilih dari perhelatan akbar tiga tahun lalu
itu.
"Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit Anda akan
menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa". Kata
Fatima Mernisi. Dia seorang feminis Muslim yang berasal dari keluarga
menengah di Fes yang banyak melahirkan karya tentang kesetaraan antara
laki-laki dan perempuan.***
Berita Terkait :
- Memaknai Serangan Umum 1 Maret melalui Seni 0
- Anjing Menggonggong, Petanda Ada Iblis Lewat0
- Mati Ketawa Ala Netizen0
- Margiono Wartawan Hebat! 0
- Riau Menuju Magnet Baru Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sumatra0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









