- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku-Keluarga Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Padahal ia merupakan keluarga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda belahan dunia beberapa waktu lalu.
“Saya tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai,” kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada VokalOnline,com di kediamannya.
Sehari-hari suaminya bekerja sebagai ‘kuli harian semberaut’. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4×8 meter persegi.
“Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai,” terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Penghasilan Sarimun menurun drastis karena warga masih dalam pemulihan perekonomian . Jika sebelum pandemi corona melanda dunia, Sarimun bisa membawa uang Rp 300 ribu dalam sehari, kini kantongnya tidak lebih hanya berisi uang Rp 70 ribu. Baginya kurang menghidupi 3 anak.
Fitri Yanti hanya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.
“Ya, kalau bisa sih diusulin supaya dapat bantuan. penghasilan saat ini tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” ucap Fitri Yanti kepada VokalOnlin,Com dengan nada lirih.
Saat berita ini diterbitkan, Pemerintah desa Sungai Paku dan Forkopimcam Singingi Hilir masih dalam tahap usaha konfirmasi oleh Centro Riau.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
- Polres Kuansing Tangkap dua Orang Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi. 0
_Black11.png)









