- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Melihat Bank Darah, Tempat Penyimpanan Darah di UTD RSUD Tengku Rafi\'an Siak
Infotorial Pemkab Siak

Siak, VokalOnline.Com - Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafi'an Siak melayani kebutuhan darah rumah sakit. Untuk itu pihak UTD tentu juga harus memastikan stok untuk selalu tersedia.
Saat ini di RSUD Tengku Rafi'an stok darah tersebut disimpan pada "blood bank" atau bank darah yang seperti kulkas berjumlah 4 unit. Pada tempat penyimpanan darah suhu sekitar 2-6 derajat dengan kapasitas satu bank darah sebanyak 86 kantong darah yang satu kantongnya berisi 350 cc.
Direktur RSUD Tengku Rafi'an Siak, dr. H. Benny Chairuddin Sp, An. M. Kes, MARS,, melalui Kepala Ruangan UTD, Kholis didampingi staf, Yuningsih. Setiap bulan lanjutnya rata-rata 200 lebih kantong darah didistribusikan untuk keperluan pasien.
"Kebanyakan untuk orang melahirkan, bedah dan penyakit dalam internis. Untuk stok itu kita peroleh donor dari sukarelawan dari kalangan luar berbagai macam komunitas. Juga dari luar kalau ada yang selenggarakan acara donor darah itu diberikan ke sini," katanya.
Masing-masing bank darah juga berbeda peruntukannya. Ada yang untuk darah karantina untuk uji saring, stok darah, dan
darah pasien. Stok darah terdiri dari PRC atau darah merah saja dan "whole blood" atau darah lengkap.
Untuk keperluan darah prosesnya pertama dokter membuat surat permintaan untuk diantar. Lalu mengambil contoh darah pasien lalu dicek apakah stok ada. Butuh satu jam untuk mencocokan darah donor dengan darah pasien.
"Jika cocok diberikan. Kalau stok tak ada maka donor darah maka langsung dari keluarga atau dicari. Setelah itu juga harus skrining dulu, pencocokan, disimpan di bank darah dan 12 jam baru bisa dipakai setelah donor," ungkapnya.
Untuk menjaga stok darah tersebut, makanya bagi pasien yang memerlukan darah diminta untuk mengganti kembali. Gunanya agar pasien berikutnya mendapatkan darah juga karena darah ini sesuatu yang tidak bisa diproduksi, murni dari tubuh manusia. (inf/sal)
Berita Terkait :
- Resmikan Gedung Puskesmas, Bupati Alfedri : Ini Janji Kami0
- Cegah Klaster Covid-19, Binda Riau Vaksin Warga Binaan Rutan Siak Sri Indrapura0
- Siak Dianugerahi Sebagai Kabupaten Layak Anak 20220
- Restoran Dan Cafe Di Siak Diharapkan Bisa Bayar Pakai QRIS0
- Masyarakat Daur Ulang Sampah0
_Black11.png)









