Breaking News
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Pahami Apa itu Vaksin Booster serta Efek Sampingnya

VokalOnline.Com - Pandemi covid-19 belum berakhir dan virus Corona terus bermutasi menjadi varian baru yang lebih menular. Untuk mencegah lonjakan kasus, pemerinta telah menyiapkan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga. Di Indonesia, vaksin booster awalnya hanya disediakan untuk tenaga kesehatan. Kini vaksin booster bisa diakses oleh masyarakat umum.
Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) juga merokemendasikan pemeriann vaksin booster untuk orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkao dalam lima bulan terakhir.
Menurut Sunaina Suhag, ahli dokteran keluarga di Austin Regional Clinic di Austin, Texas, mengatakan bahwa vaksin bekerja efektif untuk melindungi kita dari penyakit serius. “Pada umumnya, kebanyakan orang yang mengalami gejala serius akibat Covid -19 tidak divaksinasi,” tambahnya.
Apa itu vaksin booster?
Vaksin booster atau vaksin dosis tambahan untuk memberikan perlindungan tambahan setelah efektivitas vaksin sebelumnya melemah. "Vaksin booster fiberikan karena efektivitas vaksin mulai berkurang," ucap Suhag. Booster membantu menjaga kekebalan untuk melawan gejala serius. Beberapa penelitian menunjukkan adanya penurunan kekebalan sekitar lima hingga enam bulan setelah pemberian vaksin dosis lengkap. "Data ini dievaluasi oleh FDA ketika mereka merekomendasikan booster untuk orang dewasa dan, baru-baru ini, anak-anak di atas 12 tahun," ucap Suhag.
Formulasi suntikan booster sama dengan vaksin Covid-19 saat ini, meski booster Moderna sebenarnya setengah dari dosis vaksin yang diberikan pada seri awal. Karena itu, jika Anda masih belum sepenuhnya divaksinasi, Anda harus mulai dengan seri primer terlebih dahulu. Jika Anda berusia 18 tahun atau lebih dan telah menerima vaksin Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson, CDC mengatakan aman untuk menerima booster dari salah satu dari jenis vaksin tersebut. Remaja yang berusia 12 hingga 17 tahun dan menerima vaksin Pfizer harus menerima booster dari merek yang sama.
Efek samping vaksin booster
Menurut Dr. Suhag, efek samping booster cenderung serupa dengan apa pun yang mungkin Anda alami saat menerima vaksin Moderna, Pfizer, atau Johnson & Johnson. Anda bisa tidak emrasakan efek samping apapaun atau mengalami gejala seperti berikut: sakit di area suntikan demam kelelahan sakit kepala meriang nyeri otot mual muntah diare.
"Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda. Jadi, ada yang mengalami efek samping setelah vaksin adapula yang tidak mengalami gejala apapun," tambahnya. Akan tetapi, efek samping tersebut akan menghilang dalam hitungan hari. Jika kita pikirkan kembali, manfaat vaksin tentu lebih besar dibandingkan efeknya.**
Berita Terkait :
- Ini dia 5 Rekomendasi Film Romantis yang Cocok Ditonton di Hari Valentine0
- Lurah Herdi Ajak Masyarakat Goro Dan Senam Bersama di Taman Penyu.0
- Teknologi menjadi salah satu cara perangi COVID-190
- PM Hungaria: Invasi Rusia Akan Buat Jutaan Warga Ukraina Mengungsi0
- Komnas HAM Temukan Fakta Kekerasan Polisi di Desa Wadas0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









