- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Petani Tasik Tebing Serai Tewas Dimakan Harimau

Bengkalis, VokalOnline.Com - Seorang petani di Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, ditemukan meninggal dunia pada 6 April 2022. Kondisinya mengenaskan dan ditemukan sejumlah jejak di sekitar mayat korban yang diduga harimau sumatra.
Kapolres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Indra Wijatmiko menjelaskan, Polsek Pinggir pada Rabu siang mendapat informasi ada warga yang diserang binatang buas. Petugas mengecek kebenaran informasi dengan mendatangi rumah korban.
Saat tiba di rumah duka pada pukul 14.00 WIB, jenazah sudah dimakamkan pihak keluarga. Petugas kemudian meminta keterangan dari warga sekitar yang menemukan korban tak bernyawa di ladang.
"Korban sudah beristri dan beranak satu korban selain petani juga merupakan penjerat rusa," kata Indra, Rabu malam.
Informasi dirangkum petugas, korban pada Selasa pagi, 5 April 2022, berangkat dari rumah menuju ladang. Korban juga pamit untuk pergi ke seberang Pulau Teluk Padi untuk melihat jerat rusa.
Hingga malam hari korban tak kunjung pulang ke rumah. Telepon genggamnya bisa dihubungi tapi tidak ada jawaban sehingga istri korban mengadu ke ayahnya.
"Pencarian dilakukan oleh 50 warga menggunakan perahu ke ladang tapi hingga dini hari Rabu korban tak ditemukan," kata Indra.
Rabu pagi pencarian kembali dilaksanakan di lokasi yang sama. Ada sekitar 100 warga berangkat menggunakan perahu mencari korban di ladang dan lokasi jerat rusa.
Pencarian dengan sistem menyebar ini membuahkan hasil. Hanya saja korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Tubuh dan kepala korban ditemukan terpisah. Kepala korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari posisi tubuh dan ditemukan jejak diduga milik harimau sumatra.
"Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari jerat rusa, di sana ada rusa yang terjerat," kata Indra.
Penuturan warga, di beberapa bagian tubuh korban ada bekas cakaran. Seperti di pundak misalnya, ada luka gigitan diduga oleh harimau.
"Pengakuan warga, dari jejak ada dua ekor binatang buas dan diduga masih berkeliaran di lokasi," jelas Indra.
Adanya jejak ini membuat warga tak mau lagi ke lokasi menemani polisi yang ingin melakukan olah tempat kejadian perkara. Warga takut menjadi korban serangan harimau karena lokasi itu masuk kawasan hutan Giam Siak Kecil. (syu)
Berita Terkait :
- Gubernur Syamsuar Safari Ramadan ke Bengkalis dan Pelalawan Malam Ini0
- Sambut Bulan Suci Ramadhan, Bupati Bengkalis Sampaikan Permohonan Maaf0
- DPD PWMOI Gelar Silaturrahmi dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis0
- Sambut Bulan Suci Ramadhan, Gelar Acara Makan Bersama Dengan Pengurus DPD PWMOI Bengkalis0
- Wakil Bupati Bengkalis menghadiri Rapat Paripurna 0
_Black11.png)









