- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Wagubri Minta Kabupaten Langganan Kebakaran Lahan Berstatus Siaga Karhutla

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, mendorong kabupaten kota di Riau yang daerahnya sudah ditemukan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) agar segera menetapkan status siaga darurat Karhutla.
Termasuk daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan Karhutla. Sebab untuk penenatapan status siaga darurat Karthuta di tingkat provinsi Riau, syaratnya harus ada minimal dua kabupaten kota yang sudah menetapkan status siaga.
"Untuk menentukan status siaga di tingkat provinsi, itukan minimal harus ada dua kabupaten yang sudah menetapkan status siaga," kata Edy, Minggu (13/2/2022).
Memasuki awal tahun 2022, sejumlah wilayah di Riau sudah mulai mengalami Karhutla. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat hingga saat ini sudah ada 91 hektare lahan di Riau yang terbakar di awal tahun 2022 ini.
Edy menegaskan, dengan penetapan status siaga darurat Karhutla, maka penanganan dan pecegahan bisa dilakukan dengan maksimal. Sebab semua bantuan bisa dikerahkan dan dimaksimalkan. Tidak hanya dari pemerintah daerah, namun juga pemerintah pusat.
"Tapi semua tergantung kepala daerahnya (bupati dan walikota). Kalau memang status itu ditetapkan, tentu ini akan menjadi evaluasi BPBD Riau untuk selanjutnya menjadi dasar penetapan status siaga di tingkat provinsi," katanya.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Gubernur : Covid-19 di Riau Masih Terkendali0
- Bupati Bengkalis Ikuti Senam Bersama Perwatusi di Pantai Lapin0
- Lurah Herdi Ajak Masyarakat Goro Dan Senam Bersama di Taman Penyu.0
- Beredar Akun Palsu Mengatasnamakan Bupati Bengkalis di Facebook0
- Pencari Pasir Hanyut di Sungai Kampar, Pencarian Belum Berhasil0
_Black11.png)









