- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
100 Hari Kinerja PJ Kampar, Ia Berharap Angka Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar

Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022). Didampinggi Kadiskes Kampar dan Kepala Pukesmas Tapung
TAPUNG,VokalOnline.Com-Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang dapat menyebabkan tumbuh mereka pendek.
Maka Kamsol berharap di 100 Hari Kinerjanya sebagai Pj Bupati, Kepala Puskesmas dapat membuat Inovasi di puskesmas masing-masing, seperti Inovasi yang telah ada seperti Pemberian Tablet Darah pada Remaja Putri dan Inovasi Asi Eksklusif Ceting (Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan).
Masalah stunting pada anak bisa dicegah dari masa kehamilan, hal ini menjadi langkah konkret yang akan dilakukan untuk menangani Stunting di Wilayah Kabupaten Kampar khususnya di Wilayah Tapung.
Hal ini dikatakan Kamsol Pj Bupati Kampar Saat membuka Launching Deteksi Ibu Hamil Cegah Stunting (Debum Ceting) di UPT Puskesmas Tapung, Selasa (26/07/2022).
Dr H.Kamsol MM menjelaskan bahwa Stunting adalah masalah Gizi Kronis pada Balita, dampak Stunting tidak hanya dari segi kesehatan," tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan Anak.
Jika saat ini Anak Indonesia menderita Stunting l, dapat dipastikan Bangsa ini tidak mampu bersaing dengan Bangsa lain dalam menghadapi tantangan Global.Kata Kamsol.
Ia menambahkan, Kasus Stunting ini menjadi tanggung jawab kita bersama melalui suatu pemeriksàn terhadap Ibu Hamil untuk mencegah Stunting atau yang disebut Debum Ceting.
“Untuk menekan Angka Stunting diperlukan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan Stunting melalui penyelenggaraan intervensi secara terkoordinir dan terintegrasi kepada sasaran prioritas.”ungkapnya”.
Saya menghimbau agar seluruh Ibu Hamil dapat memeriksa kehamilannya di fasilitas kesehatan secara teratur guna mendeteksi resiko kehamilan secara dini sehingga Angka Stunting dapat diturunkan, untuk Camat dan Kepala Desa saya menghimbau agar mendukung Kegiatan Intervensi percepatan Penurunan Stunting.Kata Kamsol.
Ia menjelaskan, berdasarkan data status gizi indonesia tahun 2021 angka prevalensi stunting di provinsi riau adalah 22,3% Artinya ini masih butuh kerja keras untuk mencapai penurunan angka stunting.
“Dengan berbagai program atau kegiatan ini diharapkan tercapai angka penurunan stunting di Kabupaten Kampar dengan Sesuai target Nasional 14% di Tahun 2024.”Tutupnya”.***Vol3.
Berita Terkait :
- Sunardi DS, Let\'s Make Kampar Great Again0
- Es Tebak Kuliner Khas Kampar diSerbu Pengunjung MTQ di Bagansiapiapi0
- Iptu Mardani Tohenes, Berbagi Kepada Warga Yang Kurang Mampu, Tiap Juma\'at0
- Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Buah Sawit, Milik PT BSP 145 Tandan0
- Sinergitas TNI-Polri dan Instansi Terkait Dalam Mencegah Penyebaran PMK di Kabupaten Kuantan Singing0
_Black11.png)









