- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Usai melaksanakan tugas sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI saat konferensi internasional Inter Parliamentary Union (IPU) di Istanbul Türkiye, Dr. Syahrul Aidi Maazat langsung bersilaturahmi dengan Asosiasi Media dan Wartawan yang ada di Provinsi Riau.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) di Wareh Kupi Jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru itu dihadiri oleh 5 pimpinan asosiasi media dan wartawan Provinsi Riau. Hadir pada saat itu Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Ketua JMSI Riau Dheni Kurnia, Sekretaris AMSI Riau Budi Satria, Sekretaris SMSI Riau Zulmiron dan Ketua SPS Riau Saidul Tombang. Kegiatan ini bersempena dengan pengumuman pemenang lomba menulis Opini yang digagas oleh Dr. Syahrul Aidi yang dilaksanakan sejak bulan Ramadhan yang lalu.
Dalam diskusi tersebut, wartawan yang hadir dan juga para pimpinan asosiasi media dan wartawan menyampaikan kondisi kekinian industri media dan pers. Para pimpinan media kompak menyebutkan bahwa pemerintah seakan lepas tangan atas peran media massa saat ini sehingga tidak memberikan ruang yang luas agar media terus tumbuh berkembang.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar yang menyebut kondisi industri media saat ini tidak baik-baik saja. Itu dia lihat dari sisi internal ekosistem media hingga perhatian pemerintah melalui regulasi sehingga membuat industri ini sulit untuk tumbuh berkembang. Hal itu diamini oleh para pimpinan asosiasi dan wartawan yang hadir.
Mengomentari hal itu, menyampaikan memang sebagai anggota Komisi I DPR RI memiliki dua lembaga pemerintah sebagai mitra yang berperan dalam menjaga eksosistem pers yaitu Kementerian Komunikasi dan Digital dan Dewan Pers.
"Untuk itu kami minta masukan dari rekan-rekan sekalian, laporan resmi agar kami dapat berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi dan Dewan Pers. Kami akan mengumpulkan pokok persoalan dan akan membahasnya di Komisi I DPR RI. Mudah-mudahan kita bersama dapat mencari solusi atas persoalan yang ada," terang Syahrul Aidi.
Dia menyarankan juga dengan kondisi saat ini media harus mampu bertransformasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dia yakin, produk yang baik, mereka yang professional akan tetap mendapatkan tempat di hati pembaca dan masyarakat.
Selain berdiskusi terkait kondisi ekosistem media massa saat ini, Syahrul Aidi juga berdiskusi dengan para insan pers tentang situasi geopolitik dan dinamika nasional saat ini. Dia menyampaikan bahwa kondisi nasional saat ini tidak terlepas dari kondisi geopolitik global akibat perang Iran dengan AS-Israel.
"Kita di Komisi I maupun kami di fraksi turut memantau dan memberikan saran ke pemerintah terkait situasi terkini. Bagaimana kita menyikapi kondisi geopolitik global dengan menerjemahkannya dalam kerangka kebijakan nasional. Kita melihat perang Iran dengan AS-Israel ini masih panjang. Jangan sampai kita salah ambil tindakan. Dan ini terus kita berikan saran baik melalui legislatif maupun melalui jalur partai koalisi." terang Syahrul Aidi lagi.
Usai diskusi dengan insan pers, Syahrul Aidi juga memberikan hadiah atas 3 pemenang lomba menulis opini antar wartawan. Juara satu didapatkan oleh Anthony Harry dari Riauinfo.com, Juara Dua didapatkan oleh Deslina dari Pekanbaruekspress.com dan juara tiga diraih oleh Harry Warisman. Lomba menulis opini diikuti oleh 43 insan pers yang mengangkat tema 'Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin dengan Mereinterpretasi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia'.(**)
Berita Terkait :
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
_Black11.png)









