- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
38 Pelajar di Pekanbaru Positif Covid-19, 14 SMP Tutup Sementara

Pembelajaran tatap muka di Pekanbaru yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pelajar terpapar virus corona di Pekanbaru terus bertambah. Per 11 Februari 2022, sudah ada 38 peserta didik dari kalangan sekolah menengah pertama (SMP) terjangkit Covid-19 sejak pemberlakuan pembelajaran tatap muka 100 persen.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Zaini Rizaldi, 38 pelajar itu berasal dari 14 SMP. Pelajar yang terpapar Covid-19 di Riau ini rata-rata menjalani isolasi mandiri.
Pihaknya sudah melacak kontak erat para pelajar, termasuk teman satu sekolah dan guru. Rata-rata, pelajar ini terpapar dari kluster keluarga.
"Terpapar dari keluarga baru pulang dari luar kota," kata Zaini, Jum'at malam.
Sesuai prosedur, sekolah yang pelajarnya terpapar Covid-19 telah ditutup selama tiga hari. Dinas kesehatan dan pihak terkait, selain melacak kontak erat, mensterilkan sekolah dengan penyemprotan disinfektan.
Banyaknya pelajar terkonfirmasi membuat dinas kesehatan memberikan rekomendasi agar PTM dilakukan evaluasi oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Pekanbaru.
Selain itu, dinas kesehatan meminta Satgas Covid-19 di sekolah memperketat lagi protokol kesehatan. Pasalnya di lapangan, masih ada temuan Satgas sekolah tidak menjalankan dengan ketat.
"Anak-anak ini kan memang sulit memantau mereka atau persatu, memantau mereka interaksi sedang makan, ini kita harus lebih ketat lagi sehingga perlu evaluasi," kata Zaini.
Terkait evaluasi PTM, Zaini menyerahkan kepada dinas pendidikan yang punya wewenang. Sebab, dinas kesehatan sifatnya menghimbau soal protokol kesehatan dan memeriksa kalau ada pelajar terkonfirmasi.
"Kalau kita tidak memperhatikan prokes, potensi bertambah tetap ada," ucap Zaini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas menyebut sekolah yang peserta didiknya terkonfirmasi akan tutup tiga hari.
"Setelah sterilisasi, anak-anak sekolah lagi karena belum ada aturan lain," kata Ismardi.
Mengenai evaluasi PTM yang diusulkan dinas kesehatan, Ismardi menyebut akan dibahas oleh Satgas Covid-19 Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Nanti yang memutuskan adalah kepala daerah," kata Ismardi. (syu)
Berita Terkait :
- Psikolog Bagikan 5 Tips Atasi Problem Mental di Musim Pandemi, Salah Satunya Olahraga0
- PT Tasma Puja Bekerjasama Dengan Polda Riau Gerai Vaksin Presisi0
- Membanggakan! Wagubri: Belum Tempati Rumdis, Kapolda Riau Sudah Tunjukkan Prestasi0
- Alex Kurniawan Berpeluang Tempati Kursi Kadiskominfo Riau0
- Nadiem Makarim Sebut Indonesia Masuki Masa Krisis Pembelajaran0
_Black11.png)









