- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia

Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia/Kompas.com
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Guru besar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit dikabarkan meninggal dunia di RSCM Jakarta, Kamis (25/3). Arbi mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun.
Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengabarkan meninggalnya Arbi.
"Kamis, 25 Maret 2021 Mas Arbi Sanit mendahului kita, dipanggil pulang menghadap Allah SWT," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/3).
Dalam keterangannya, Robikin mengingat masa-masa Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) tahun 1996 dan 1997.
"Saat demokrasi dipasung, pers dikungkung dan suara rakyat tak dihitung. Tokoh berintegritas ini tak beringsut oleh godaan, tekanan dan ancaman. Saya percaya mas Arbi memilih masa depannya sendiri," ujar Robikin.
Arbi selama dikenal sebagai pengamat politik di Indonesia.
Selain itu, Arbi juga sempat menjadi dosen ilmu politik di Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka.
Arbi lahir di Painan, Sumatra Barat, 4 Juni 1939. Arbi merupakan alumnus FISIP UI pada 1969 dan melanjutkan program non gelar sistem politik Indonesia di Universitas Wisconsin Amerika Serikat.
Ia juga menerbitkan sejumlah buku yang terkenal di antaranya Sistem Politik Indonesia pada tahun 1981, Perwakilan Politik di Indonesia pada tahun 1985, dan Partai, Pemilu, dan Demokrasi pada 1997.
(dmi/pris)
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
- Syarwan Hamid Mantan Mendagri Meninggal Dunia0
- Kepolisian Skotlandia Temukan Paket Mencurigakan di Rumah Ratu Elizabeth0
- Turki Mengecam tudingan Presiden Emmanuel Macron0
_Black11.png)









