- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
AS Sanksi Pejabat China atas Pelanggaran HAM

aksi-solidaritas-muslim-uighur/tribunnews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Amerika Serikat () menjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius terhadap Muslim di Xinjiang. Departemen Keuangan AS menyampaikan langkah ini telah dikoordinasikan dengan Uni Eropa, Kanada dan Inggris."Otoritas China akan terus menghadapi konsekuensi selama kekejaman terjadi di Xinjiang," kata Direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Andrea M. Gacki di Departemen Keuangan, dikutip , Senin (22/3).
Dia menyatakan pihaknya berkomitmen mempromosikan pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM pemerintah China, termasuk penahanan dan penyiksaan sewenang-wenang terhadap Uighur dan etnis minoritas lainnya.Dalam hal ini, AS memberikan sanksi kepada Wang Junzheng selaku Sekretaris Komite Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang, dan Chen Mingguo selaku Direktur Biro Keamanan Umum Xinjiang.Departemen Keuangan AS menyatakan keduanya ditunjuk sesuai Perintah Eksekutif (EO) 13818, yang membangun dan menerapkan Undang-Undang Akuntabilitas Hak Asasi Manusia Global Magnitsky serta menargetkan para pelaku pelanggaran HAM serius.Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyebut kampanye China melawan Uighur sebagai genosida."Di tengah meningkatnya kecaman internasional, China terus melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.
China Balas Sanksi
Uni Eropa Tak Terima
Berita Terkait :
- Pangeran William Anggap Harry Menghina Ratu Elizabeth0
- Malaysia Dukung Presiden Jokowi Untuk Rapat ASEAN Soal Myanmar0
- Palestina Data Partai Peserta Pemilu0
- Filipina Menuding China Melakukan Invasi0
- Donald Trump Akan Luncurkan Platform Medsos Baru0
_Black11.png)









