- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Belarus Inspeksi Militer untuk Latihan Siaga Tempur

Jakarta, VokalOnline.Com -- Belarus mengumumkan inspeksi militer pada Selasa (13/12).Aktivitas itu termasuk peningkatan persiapan tempur di selatan negara itu.Menteri Pertahanan Belarus, Alexander Volfovich, mengatakan inspeksi itu meliputi hampir semua komando operasional Belarus.Volfovich menuturkan satu unit militer pun sudah dikerahkan dan diberi misi untuk mengamankan "target di perbatasan selatan".Belarus pekan lalu melayangkan serangkaian aksi militer, termasuk latihan kontra-terorisme yang membuat Ukraina ketar-ketir karena khawatir negara itu bergabung dengan Rusia untuk memerangi mereka.Rusia dan Belarus sendiri secara formal merupakan bagian dari negara serikat dan berhubungan erat baik secara ekonomi maupun militer.Terkait perang di Ukraina, Belarus menegaskan tak akan ikut perang di Kyiv. Kendati demikian, Presiden Alexander Lukashenko mengizinkan Kremlin untuk menyerang Ukraina utara dari wilayah Belarus pada 24 Februari lalu.Pada Oktober, negara itu juga memerintahkan pasukan untuk dikerahkan bersama pasukan Moskow di dekat perbatasan Ukraina.Kementerian Pertahanan Rusia juga sempat mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut inpeksi, pasukan diminta bergerak cepat ke daerah yang telah ditentukan dan memasang jembatan penyeberangan di atas sungai Neman dan Berezina di Belarus barat dan timur."Selama periode ini, dijadwalkan untuk memindahkan peralatan dan personel militer, dan untuk sementara waktu (kami) membatasi pergerakan warga di sepanjang jalan umum dan medan tertentu," ucapnya. **Syafira
Berita Terkait :
- Ukraina Gempur Rusia di Melitopol, Jalur Kunci Menuju Crimea0
- Penembakan di Roma, 3 Perempuan Tewas Termasuk Teman PM Italia0
- Putra MBZ Kecup Kening Jan Ethes di Pernikahan Kaesang-Erina0
- 9 Poin Krusial di UU KUHP Mengancam Kebebasan Pers, Pasal 351-352 Ancaman Nyatanya 0
- Drone Ukraina Serang 2 Basis Militer di Rusia, 3 Prajurit Tewas0
_Black11.png)









