- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
BIN Australia Memutuskan Setop Gunakan Ekstremisme Islam

bendera-australia/gunnaressiason
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Badan intelijen domestik memutuskan berhenti menggunakan istilah "ekstremisme " dan "ekstremisme sayap kanan" dalam menggambarkan kekerasan yang dimotivasi agama atau gerakan politikBos Australia Security and Intelligence Organisation (ASIO), Mike Burgess, menganggap "kata-kata" itu penting dan berpengaruh dalam membentuk pandangan setiap orang dalam melihat masalah. Karena itu, menurutnya, penggunaan istilah "ekstremisme Islam" selama ini merusak dan menyesatkan umat Islam."Beberapa kelompok Muslim-dan lain-lain-melihat istilah ini merusak dan menyesatkan Islam, dan menganggap sebutan itu menstigmatisasi mereka dan mendorong stereotip serta memicu perpecahan," kata Burgess saat menyampaikan pidato tahunan tentang ancaman negara pada Rabu (17/3).
Berita Terkait :
- Gadis Myanmar Tertembak Aparat Saat Sedang Berbelanja0
- Pria Bersenjata Ditangkap Dekat Rumah Wapres AS0
_Black11.png)









