- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
Dua Bocah Tewas Bermain di Bekas Galian C

Rumah duka korban tenggelam di Kabupaten Kampar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dua keluarga di Dusun Teratak Buluh, Kelurahan Pasir Sialang, Kabupaten Kampar, dirundung duka. Dua bocah laki-laki dari keluarga itu tenggelam setelah bermain di bekas galian C atau penambangan pasir serta batu.
Dua bocah tenggelam ini bernama Atta Fatar Maulana (7) dan Aan Adi Putra (5). Rumah keduanya saling berdekatan dan sering bermain bersama hingga hari nahas tiba pada Senin, 22 Maret 2021.
Kapolsek Bangkinang Kota Inspektur Satu Era Maifo membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut kejadian bermula ketika Atta dan Adi bermain sepeda tak jauh dari rumah.
"Keduanya bermain siang hari, kemudian menjelang petang tidak terlihat lagi," kata Era, Selasa siang, 23 Maret 2021.
Orang tua dari kedua bocah malang itu kemudian mencari di sekitar dusun. Tak lama setelah itu, sepeda dua bocah itu terlihat di pinggir jalan tak jauh dari bekas galian tersebut.
"Pada pukul 18.00 WIB dikarenakan kedua korban belum ditemukan, pihak keluarga bersama warga sekitar, selanjutnya dilakukan pencarian," kata Era.
Orang tua korban curiga anaknya tenggelam di bekas galian itu sehingga masyarakat menyelam di bekas galian tersebut. Beberapa jam menyelam di air dengan kedalaman 4 meter, korban Adi ditemukan.
Selang 20 menit kemudian ditemukan pula korban Atta. Kedua korban sudah tak bernyawa, selanjutnya dibawa ke rumah duka masing-masing lalu dimakamkan.
"Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan yang diserahkan ke kami," sebut Era.
Atas kejadian ini, Kapolsek mengucapkan duka mendalam. Dia juga menghimbau masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak bermain di lokasi kejadian.
"Agar kejadian serupa tidak terulang lagi," imbuh Kapolsek. (syu)
Berita Terkait :
- Juara Umum II, Camat Tambang Sampaikan Terima Kasih0
- Bupati H Catur Sugeng Sebut Juga Tambang Saat Gerakan Kampa Bersih0
- Gubernur Riau Pesankan Hal Ini Kepada Guru dan Siswa0
- Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Astra Zeneca di Jombang0
- Kapolri Ajak Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi0
_Black11.png)









