- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Sambang Desa di Talang Jerinjing, Polsek Rengat Barat Temukan Warga Inspiratif
- Satgas PKH Ditantang, Eks Kebun PT SAL Masih Dihuni Pekerja dan Security Lama
- Sekolah Perlu Pahami Hak dalam Pemberitaan, JMSI Inhu Gelar Sosialisasi Advokasi Pers
- Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuk Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
- Buktikan Janji dengan Kerja Nyata, Rubah Keluhan Warga Jadi Rasa Bangga
- Penataan TPA Muara Fajar Pekanbaru Berlanjut, Sistem WTE Segera Diterapkan
- Pemko Pekanbaru Klaim Penataan TPA Muara Fajar Alami Kemajuan Signifikan
- Pemko Pekanbaru Siapkan Pelebaran Jalan Bangau Sakti, Upaya Urai Kemacetan Soebrantas
- Pemko Pekanbaru Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
Erick dan Bahlil Bercanda Tak Mandi dan Kurang Tidur di KTT G20 Bali

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia berbagi kesan selama penyelenggaraan KTT G20 Bali. Keduanya bercanda soal tak mandi hingga kurang tidur dalam penyelenggaraan forum itu.
"Menteri BUMN dan menteri investasi tidak mandi. Coba lihat." canda Bahlil dalam video yang diunggah di Instagram Erick, Kamis (17/11).
Dalam video itu, Bahlil juga menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara yang disukai hampir seluruh negara di dunia khususnya di bidang ekonomi dan investasi. Tak hanya itu, Erick dan Bahlil juga saling memuji satu sama lain.
Bahlil memuji Erick yang setiap hari berpikir untuk menaikkan laba BUMN. Tak mau kalah, Erick memuji Bahlil juga yang berusaha menarik investasi ke Indonesia untuk memperluas lapangan pekerjaan.
"Bersama menteri investasi yang setiap hari berusaha memasukkan uang ke Indonesia," ujar Erick.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali baru saja berakhir pada Rabu (16/11). Konferensi negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah menetapkan beberapa hasil kebijakan ekonomi ke depan.
Di antaranya, membentuk Dana Pandemi (Pandemic Fund). Total dana terkumpul dari komitmen sudah sebanyak US$1,5 miliar atau setara Rp23,45 triliun (asumsi kurs Rp15.634 per dolar AS) yang berasal dari 24 kontributor, yaitu anggota G20, negara non G20, dan tiga lembaga filantropis dunia.
Negara-negara G20 juga berkomitmen membantu ketersediaan pembiayaan bagi negara-negara rentan dan miskin melalui pembentukan Resilience and Sustainability Trust (RST) oleh IMF yang sudah mencapai US$81,6 miliar atau setara Rp1.275 triliun.
Tak hanya itu, di sela-sela perhelatan G20, beberapa negara pun tercatat memiliki komitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Sejumlah investasi di antaranya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan besaran investasi di Indonesia, termasuk perjanjian US$2,5 miliar atau setara Rp38,82 triliun (asumsi kurs Rp15.529 per dolar AS) antara ExxonMobil dengan Pertamina.
Kemudian Kementerian Investasi juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan CNGR Advanced Material Co Ltd. produsen ternary precursor asal China, untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini memiliki nilai investasi US$5 miliar.**syafira
Berita Terkait :
- ADB Kucurkan Pinjaman Rp7,5 T untuk Reformasi BUMN RI0
- Tom Ford Raup \'Cuan\' Rp15,6 T Usai Jual Merek Fashion Miliknya0
- Harga Minyak Turun usai Rusia Kembali Pasok Hungaria0
- Target Pertumbuhan Ekonomi China Diusulkan 5,5 Persen pada 20230
- Rusia Terperosok Jurang Resesi Imbas Perang Ukraina0
_Black11.png)









