- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Graham Potter Soroti Ketajaman lini depan Chelse

Pemain Mancheste nir United Lisandro Martinez berebut bola dengan pemain Chelsea Raheem Sterling pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris, Sabtu (22/10/2022). Laga tersebut berakhir imbang 1-1.
jakarta, VokalOnline.Com - Pelatih Chelsea Graham Potter menyoroti ketajaman lini depan timnya ketika bermain imbang 1-1 menghadapi Manchester United pada pekan ke-13 Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu.
Dikutip dari situs resmi klub, Minggu, Potter menjelaskan lini depan Chelsea seharusnya bisa menampilkan performa yang lebih baik dibanding apa yang mereka tunjukkan pada laga ini.
Meski begitu, secara keseluruhan timnya mampu tampil cukup baik ketika bermain pada sebuah pertandingan yang intens serta menghadapi tim yang memiliki kualitas baik.
"Kami hampir sampai di sana tetapi tidak memiliki bagian terakhir. Itu adalah area sebagai tim di mana kami bisa melakukan yang lebih baik, dalam hal permainan menyerang kami," terang Potter.
"Tapi itu adalah pertandingan yang intens dan sulit melawan tim di saat yang baik. Setiap orang memiliki jadwal yang mereka miliki sehingga tidak langsung, tetapi itu adalah sesuatu yang dapat kami tingkatkan. Tapi semangat, kebersamaan, usaha, kepribadian para pemain, semuanya luar biasa," sambung dia.
Soal jalannya pertandingan, pelatih asal Inggris itu menjelaskan Manchester United lebih baik dibanding timnya pada 20 menit pertama dan memaksa The Blues bermain lebih bertahan.
Potter menambahkan, hal tersebut membuat dirinya perlu sedikit melakukan penyesuaian pada permainan tim dan memasukkan beberapa pemain lain ke lini tengah agar dapat memberikan tekanan kepada Manchester United.
"Perasaan permainannya adalah bahwa kami sedikit diserbu di lini tengah, kami membutuhkan pemain tambahan di sana untuk menciptakan sedikit lebih banyak tekanan, untuk menghentikan mereka membangun serangan mereka dan karena itu membuat lebih sulit untuk membangun serangan kami," ungkap Potter.
"Jadi itu hanya perasaan yang saya miliki. Ini bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, tetapi para pemain merespons dengan sangat baik dan mereka memberikan segalanya," katanya. **Fira
Berita Terkait :
- 18 wakil Indonesia Lanjutkan Perjuangan Di Dunia Junior 20220
- Richard Mainaky: Duet senior-junior kunci sukses ganda campuran0
- Turnamen Sumpadang Cup Ke V di Buka Oleh, Rahmad Jevary Juniardo0
- Ketua Pengprov ESI Riau, Silaturahmi Bersama 12 Ketua ESI Kabupaten dan Kota Se-Riau0
- Ardo Berikan Semangat, Bagi Pencipta Olahraga Esports0
_Black11.png)









