- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Gubernur Syamsuar Minta Selesaikan Persoalan Sampah dan Banjir
Penjabat Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar Dilantik

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Gubernur Riau Syamsuar melantik Muflihun sebagai Penjabat Wali Kota Pekanbaru dan Kamsol sebagai Penjabat Bupati Kampar. Pelantikan dua pemimpin daerah di Riau itu berlangsung di Gedung Daerah Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin, 23 Mei 2022.
Pelantikan dua penjabat ini menyusul berakhirnya masa jabatan Firdaus-Ayat Cahyadi sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Pekanbaru serta Catur Sugeng Susanto sebagai Bupati Kabupaten Kampar.
Muflihun dan Kamsol merupakan pilihan Kementerian Dalam Negeri. Keduanya tidak termasuk nama-nama yang direkomendasikan oleh Gubernur Syamsuar untuk menjabat.
Terlepas dari itu, Syamsuar meminta keduanya agar fokus melayani masyarakat di Pekanbaru dan Kampar. Pekerjaan yang belum selesai oleh wali kota dan bupati sebelumnya diharap menjadi prioritas.
"Pertama, agar segera menggesa penyerapan APBD tahun 2022," kata Syamsuar.
Untuk Pekanbaru, Syamsuar menitipkan persoalan banjir yang belum terselesaikan oleh pemimpin sebelumnya. Termasuk persoalan sampah yang masih menggunung di beberapa titik ibu kota provinsi.
Gubernur juga berharap Muflihun menyelesaikan perbaikan sejumlah titik jalan yang rusak. Khususnya oleh proyek galian instalasi pembuangan air limbah (IPAL).
Syamsuar juga menyorot persoalan penerangan jalan, trotoar hingga pembenahan sejumlah pasar tradisional yang masih kumuh. Begitu juga dengan persoalan honor RT dan RW.
"Berikutnya tentang pembayaran insentif tenaga kesehatan yang belum dibayar sejak tahun 2021," kata Syamsuar.
Di Kabupaten Kampar, Syamsuar menitipkan sejumlah pekerjaan kepada Kamsol yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Beberapa di antaranya masih soal lingkungan dan penanganan banjir di sejumlah daerah.
"Kemudian perbaikan Islamic Center hingga perluasan Istana Kampa," kata Syamsuar.
Syamsuar juga menitipkan pekerjaan daerah terisolir yang sudah mulai dilakukan bupati sebelumnya. Daerah terisolir ini terdapat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Tapung Hulu, Tapung Hilir, Koto Kampar Hulu.
"Selanjutnya insentif guru MDA, insentif ninik mamak dan insentif aparatur sipil negara," jelas Syamsuar.
Gubernur juga meminta Penjabat Bupati Kampar menyelesaikan persoalan koperasi petani sawit serta kebun sawit warga dengan PTPN V. Begitu juga dengan ganti rugi jalan Tol yang saat ini masih terkendala di beberapa titik.
"Menyelesaikan permasalahan tanah adat dan Penjabat Bupati Kampar harus tinggal di rumah dinas," tegas Syamsuar. ***
Berita Terkait :
- Menguji Transparansi Tito Karnavian 0
- Ketua DPRD Kampar M Faisal Apresiasi Yang Luar Biasa Kepada Bupati Kampar.0
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Catur Sampaikan Sampaikan LKPJ Terakhir Tahun 2021 . 0
- Hormati Keputusan Mendagri Dalam Penetapan PJ Bupati Kampar0
_Black11.png)









