- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Harapan Dekan Cabul Bebas dari Dakwaan dan Tahanan Kandas di Pengadilan
Pelecehan Mahasiswi Universitas Riau

Dekan Fakultas Fisipol Universitas Riau, Syafri Harto, usai diperiksa penyidik Polda Riau terkait laporan pelecehan seksual. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Upaya Dekan (non aktif) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau, Syafri Harto, lepas dari kasus pelecehan mahasiswi, pupus di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pekanbaru ditolak majelis hakim.
Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Estiono menyatakan dakwaan JPU sudah disusun secara cermat, jelas dan lengkap.
"Hakim menolak keberatan terdakwa yang disampaikan tim penasihat hukum," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pekanbaru Zulham Pane Pardamean, Selasa siang, 8 Februari 2022.
Terhadap putusan itu, Zulham menyebut majelis hakim memerintahkan JPU melanjutkan pemeriksaan pokok perkara. Pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah sakti untuk membuktikan dakwaan.
"Sidang pekan depan masuk pemeriksaan saksi, sidang akan digelar dua kali seminggu," ujar Zulham.
Selain menolak eksepsi, harapan terdakwa pelecehan mahasiswi Universitas Riau itu menjadi tahanan kota juga ditolak. Menurut majelis hakim, terdakwa dalam keadaan sehat dan bisa mengikuti persidangan.
"Untuk itu, terdakwa tetap berada di dalam tahanan," tegas Zulham.
Sebagai informasi, Syafri Harto menjadi tersangka setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melakukan penyidikan. Hal ini berdasarkan laporan mahasiswi Universitas Riau inisial L yang mengaku mengalami pelecehan seksual.
Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menyegel ruang kerja Syafri Harto. Ruangan dekan itu menjadi tempat kejadian perkara.
Syafri Harto sendiri juga membuat laporan ke Polda Riau atas dugaan pencemaran nama baik. Dia melaporkan korban L, dan juga admin dari akun Instagram resmi Korps Mahasiswa HI (Komahi) FISIP UNRI, dengan nama akun @komahi_ur.
Sebelumnya, korban L membuat pengakuan mengejutkan lewat sebuah rekaman video yang diunggah di akun Instagram resmi Korps Mahasiswa HI (Komahi) UNRI, dengan nama akun @komahi_ur.
Mahasiswi itu mengaku telah dilecehkan oleh Syafri Harto, yang juga dosen pembimbingnya saat bimbingan proposal skripsi. Sontak, video tersebut pun viral dan menyita perhatian banyak orang
Dalam kasus ini, Syafri Harto dijerat dengan Pasal 289 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 294 ayat 2 ke 2 KUHP juncto Pasal 281 ke 2 KUHP. (syu)
Berita Terkait :
- Kasus Varian Omicron Terdetaksi di Pekanbaru0
- Diserahkan Presiden Jokowi di HPN Kendari, Lima Wartawan Riau Peroleh Penghargaan PCNO0
- Anak-anak Desa Wadas Takut ke Sekolah Imbas Penangkapan Polisi0
- Begal Di Bagan Batu Dan Tiga Penadah Ditangkap Poksek Bagan Senembah, Barang Bukti Turut Diamankan0
- Jasad Perempuan di Bendungan Sungai Paku Korban Pembunuhan0
_Black11.png)









