- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Hendry Munief Dorong Percepatan Sekolah Vokasi Industri di Riau

JAKARTA, VokalOnline.Com - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta percepatan pembangunan sekolah vokasi industri di Riau, seraya menegaskan bahwa ketersediaan sumber daya manusia terampil menjadi faktor penentu keberlanjutan industrialisasi nasional.
Dorongan tersebut disampaikan Hendry Munief di Gedung DPR RI Selasa (27/1/2026) sore usai melaksanakan Raker dengan kementerian Perindustrian sebelumnya. Dorongan ini bagian momentum capaian Indonesia yang menempati posisi tertinggi di ASEAN dalam Manufacturing Value Added (MVA) dengan nilai USD 265,07 miliar pada 2025.
Hendry Munief mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator meningkatnya daya saing sektor manufaktur nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh investasi dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Hendry, pendidikan vokasi industri merupakan instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Ia mencontohkan praktik link and match yang diterapkan di SMK Mitra Industri MM2100 serta Politeknik STTT Bandung, yang mampu memastikan seluruh lulusannya terserap industri bahkan sebelum diwisuda.
“Dari siswa SMK itu bahkan belum tamat sudah 100 persen diminta oleh perusahaan industri. Begitu juga di Politeknik STTT Bandung, dari 445 lulusan tahun 2025, sebelum diwisuda pun sudah 100 persen diterima industri,” ujar Hendry dalam rapat tersebut.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Riau, Hendry menilai provinsi Riau masih tertinggal dalam pengembangan pendidikan vokasi industri yang terintegrasi. Padahal, Riau memiliki basis industri strategis, mulai dari migas, hilirisasi sawit, hingga kawasan industri di Dumai dan sekitarnya.
Ia menyebut pemerintah daerah di Kabupaten Siak dan Kota Dumai telah merancang pengembangan pendidikan vokasi, termasuk rencana Universitas Riau berencana membuka kampus vokasi di Dumai. Namun, Hendry menekankan perlunya intervensi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk mempercepat realisasi program tersebut.
“Pertanyaannya, bagaimana teknis dan percepatan dari Kementerian Perindustrian agar pendidikan vokasi ini betul-betul bisa segera diwujudkan dan menjadi solusi dalam menyiapkan SDM industri,” tegasnya.
Sekolah atau pendidikan vokasi adalah jalur pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan spesifik, dengan porsi praktik lebih besar dari pada teori. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan siap kerja, kompeten, dan terampil di bidang tertentu, seperti teknik, bisnis, atau kesehatan.
Jenjang Pendidikan Vokasi mencakup diploma, meliputi D1 (Ahli Pratama), D2 (Ahli Muda), D3 (Ahli Madya), dan D4 (Sarjana Terapan).(**)
Berita Terkait :
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Transaksi di PayPal Bisa Bayar Pakai Uang Kripto0
- Khofifah Minta Warga Jatim Untuk Tidak Mudik0
- Rumah Mewah Kedoya Jadi Incaran Pencuri Karena Adanya Plang \'Dijual\'0
- Kubu AHY Yakin Kemenkumham Akan Objektif Jelang Penentuan Nasib0
_Black11.png)









