- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
ISPA Melanda Diskes Meranti Minta Masyarakat Jaga Kesehatan

Kadiskes Muhamad Fahri
Meranti, VokalOnline.Com - Kasus ISPA telah melanda 3.439 balita di daerah termasuk di Kepulauan Meranti Riau.Sementara itu untuk usia 9 hingga 60 tahun terdapat 5.500 kasus dan ini menjadi kwaspadaan masyarakat Dominan kasus kesehatan anak dengan rentan usia 2-9 tahun.
" Dari Data yang kami himpun, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memapapar ribuan anak di Kepulauan Meranti rata- rata berusia dini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Muhamad Fahri Kepada Media ini Senin (30/10/2023) Via Salulernya.
Selain itu, Fahri juga menghimbau untuk masyarakat jagalah daya tahan tubuh dengan cara beristirahat yang cukup, makan- makanan yang bergizi dan cuci tangan pakai sabun jaga kebersihan diri dan lingkungan kita.
Dijelaskan Fahri pula, ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, penularan melalui droplet yang mengandung bakteri atau virus, yang terhirup masuk ke dalam saluran napas dan gejala umumnya dialami oleh anak yang menderita ISPA, demam, kadang disertai sakit kepala dan batuk.
" Penyebabnya Selain karhutla, pola hidup. Khusus untuk anak yang mengalami Ispa karena rutinitas aktivitas belum dikontrol langsung oleh orang tua, seperti jajan sembarangan. Contoh ketika asyik bermain mereka jajan lupa cuci tangan, makan gosok hidung lagi, makan lagi,”jelas Fahri.(Bom)**
Berita Terkait :
- Bhayangkari Polda Riau Menggelar Pembukaan Penyampaian Hasil Rapat kerja Bhayangkari0
- Plt Bupati Asmar Hadiri Puncak Gebyar Bulan Bahasa Dan Kampanye Sekolah Sehat0
- Pemkab Meranti Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional0
- Pertama Kali Dikunjungi, Gubri Syamsuar Apresiasi SMK Perikanan Dumai0
- Fuja Kesuma Yube Jadi Narasumber pada Talkshow Kewirausahaan dan Strategi dalam Pemasaran0
_Black11.png)









