Breaking News
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Japnas Riau Lirik Potensi Lidi dan Kelapa Sawit

Kebun sawit. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mulai melirik pelepah dan di Provinsi Riau. Organisasi tempat bernaungnya pengusaha muda ini ingin kedua bagian dari pohon sawit itu punya nilai ekonomis.
Ketua Umum Japnas Riau Arif Eka Putra menyebut di Bumi Lancang Kuning ada 4,2 juta hektare kebun sawit. Jumlah itu merupakan paling luas di Indonesia tapi pelepah dan lidi sawit terbiarkan begitu saja.
"Di daerah lain, bahkan diekspor ke luar negeri, begitu juga dengan pelepah, kenapa yang semacam ini di Riau tidak bisa kita jadikan bernilai ekonomi," kata Arif usai pelantikan pengurus wilayah Japnas di Pekanbaru.
Sementara itu, ketua harian Japnas Victor Yonatan merincikan, 3 juta hektare sawit berusia 8 tahun dalam 6 bulan sekali bisa menghasilkan 1,1 miliar batang pelepah. Satu pelepahnya bisa menghasilkan 1 kilogram lidi.
"Maka lidi yang bisa dimanfaatkan sudah 1 juta ton lebih," kata Viktor.
Saat ini, kata Viktor, di Riau sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit memiliki nilai dan telah diekspor ke Pakistan.
"Di Indragiri Hulu sudah ada usaha ini. Dari dua perusahaan saja, pengepul ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga beli Rp2 ribu perkilogram, dikirim ke Pakistan," katanya.
Sementara untuk kulit pelepah sawit, sambung Victor, bisa dijadikan bahan meubel. Hanya saja butuh waktu karena harus dikeringkan dan dibersihkan agar teksturnya bagus.
"Tetapi kita fokus dulu ke lidi," ujarnya.
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyambut baik rencana Japnas ini. Dia optimis Japnas dapat menjawab semua tuntutan modern termasuk menciptakan sumber daya manusia untuk berinovasi.
Edy mengatakan, Japnas sebagai organisasi berhimpunnya pengusaha harus dapat merespon dengan baik tuntutan dan tantangan yang muncul diera global saat ini.
"Salah satunya dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki kemampuan inovasi dan daya saing pengusaha nasional sebagai garda ekonomi nasional," kata Edy. (syu)
Berita Terkait :
- Desain Proyek Ibu Kota Baru yang Berlanjut Tahun Ini0
- Pabrik Krakatau Steel Diresmikan April 20210
- BI Tak Khawatir Taper Tantrum Market AS0
- Harga Emas Antam 26 Maret, Turun ke Rp.921 PerGram0
- Batas Waktu Kartu ATM Kena Blokir0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









