- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
Jordi dan Sandy Resmi WNI, Naturalisasi Kebiasaan Masa Kini?

Jakarta, vokalOnline.Com - Jordi Amat dan Sandy Walsh resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani sumpah setia dan mendapat KTP RI, Kamis (17/11). Langkah menuju Timnas Indonesia pun semakin dekat.
Jordi dan Sandy tinggal menunggu proses perpindahan federasi agar bisa berseragam Skuad Garuda di pertandingan resmi. Jordi pindah dari Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sementara Sandy dari Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Setelah mendapat restu dari federasi asal dan FIFA, Jordi dan Sandy akan bisa membawa lambang Garuda di dada. Ini sekaligus menjadi hal yang dinanti-nanti oleh kedua pemain dan banyak masyarakat Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong adalah orang yang meminta langsung kepada PSSI agar 'memulangkan' Jordi dan Sandy ke negeri leluhur. Bukan tanpa alasan pelatih asal Korea Selatan itu ingin dua sosok itu ada di bawah kendalinya.
Jordi sudah malang-melintang di level Eropa. Bek 30 tahun itu pernah berseragam Swansea City di Liga Inggris, kemudian Rayo Vallecano, Espanyol, dan Real Betis di Liga Spanyol
Tak ayal pemain keturunan Kerajaan Siau, Sulawesi Utara, itu paham betul menghadapi pemain kelas dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Sementara Sandy yang ditempa di akademi Anderlecht, menjadi andalan KV Mechelen di kasta tertinggi Liga Belgia. Sandy merupakan pemain versatile yang bisa dipasang di banyak tempat selain bek kanan sebagai posisi aslinya.
Kedatangan Jordi dan Sandy tentu akan menguntungkan lini belakang Merah-putih jika keduanya tampil di Piala AFF 2022. Berkaca di edisi Piala AFF sebelumnya, pertahanan adalah salah satu titik lemah Indonesia.
Di Piala AFF 2020, Indonesia adalah tim yang lolos semifinal dengan jumlah kebobolan paling banyak, empat kali. Saat tampil di final kontra Thailand, Skuad Garuda kejebolan enam kali. Indonesia kembali gagal meraih gelar juara AFF pertama.
Melihat catatan itu dapat menjadi alasan logis jika Shin Tae Yong ingin Jordi dan Sandy segera bergabung. Sebab selain AFF, Jordi dan Sandy diproyeksikan masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.**Syafira
Berita Terkait :
- Piala Dunia 2022: Peringatan Keras Pelatih Argentina untuk Dybala0
- Profil Korea Selatan di Piala Dunia 2022 Berharap Taji Son Heung Min0
- Apa Isi Percakapan Ronaldo dan Bruno Fernandes di Video Viral0
- Capello: Ronaldo Berkoar karena Terjepit di MU0
- Eva Yuliana Kunjungi Penginapan Atlet Karate Kampar, Ia Terharu Melihat Atlet dan Pelatih 0
_Black11.png)









