- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Kawanan Gajah Robohkan Pondok Petani Sawit di Koto Garo

Pondok di Desa Koto Garo, Kabupaten Kampar, yang roboh oleh kawanan gajah liar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kelompok sebelas dari Petapahan kembali membuat warga ketar-ketir. Setelah menginjak petani hingga meninggal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Minas, Kabupaten Siak, kawanan gajah sumatra ini bergerak ke Desa Koto Garo, Kabupaten Kampar.
Jalur gajah yang dulunya hutan kini berubah menjadi perkebunan. Gajah yang dulunya hanya menemui batang pohon hutan alam sekarang sudah bersua dengan pondok-pondok.
Setidaknya ada tiga pondok warga di kebun yang menjadi sasaran. Kawanan gajah mengamuk sehingga merobohkan tempat hunian sementara pekerja kebun di desa itu pada Rabu, 2 Februari 2022.
Menurut Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfud, gajah merobohkan pondok karena mencari sumber garam mineral.
"Gaja butuh garam mineral bekas arang yang ada di tanah dan itu dicari dalam pondok warga," ujar Mahfud, Kamis siang, 3 Februari 2022.
Mahfud menyebut petugas tengah melakukan mitigasi konflik di desa itu. Petugas mengidentifikasi kawanan gajah ini masih sama dengan satwa liar yang menewaskan petani di Tahura Minas.
"Untuk di desa yang baru ini beruntung tidak ada korban jiwa," kata Mahfud.
Selain pondok, gajah juga merobohkan ratusan batang kelapa sawit. Gajah mencari bagian muda daun sawit karena menyukai tanaman itu untuk dimakan.
Saat ini, petugas tengah menggiring gajah agar tidak mendekati pemukiman warga. Petugas mengusir gajah dengan membuat suara gaduh.
"Dibuat bunyi-bunyian dan memakai petasan," kata Mahfud.
Sebagai informasi, kelompok sebelas merupakan kawanan gajah di Kabupaten Kampar. Kelompok ini punya perlintasan hingga ke Kabupaten Siak dan balik lagi ke Kampar dengan melintasi sejumlah desa.
Dulunya, jalur gajah ini belum ada pemukiman ataupun kebun. Namun dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak kebun sawit sementara gajah tidak pernah merubah jalur perlintasan. (syu)
Berita Terkait :
- Mahasiswa Desak Kejari dan Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Bupati Catur0
- Kejati Riau Tetapkan Ketua KONI Kampar Tersangka Korupsi0
- Batalyon 132 Bima Sakti Gelar Sejumlah Pertandingan0
- Polda Riau Nyatakan Tidak Ada Kriminalisasi Ketua Kopsa-M0
- SETARA Institute Nyatakan Polres Kampar Kriminalisasi Petani Kopsa-M0
_Black11.png)









