- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
LAMR Kecamatan Bangko Gelar Diskusi Sejarah Peradaban Perkembangan Bagansiapiapi
Ternyata Kapitan Oi Hi Tiam Tak Pernah Berkuasa Di Bagansiapiapi

Rohil, VokalOnline.Com - LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) Kecamatan Bangko, Senin (28/3/2022) menggelar Diskusi Sejarah Peradaban Perkembangan Bagansiapiapi dari masa ke masa di Kantor DMI Rohil di Jalan Perwira Bagansiapiapi.
25 tokoh terdiri dari keturunan Datuk Comel, Datuk Paduko, Syeh Chalifah Oesman, Ketua Laskar Melayu dan tokoh muda, Akadrmis, pemerhati sejarah dan Dispora Rohil hadir mengikuti diskusi tersebut.
Diskusi sejarah Bagansiapiapi ini dengan Tema " Merajut dan tanpa bingkai sejarah tentang peran Ulama, Adat dan pemuka masyarakat di zamanya " dan dibuka Ketua LAMR Kecamatan Bangko Datuk Mustafa.
Datuk Mustafa dihadapan semua undangan yang disebutkan latar belakang Diskusi tersebut reaksi dari Peringatan 100 Tahun wafatnya Oi Hi Tiam yang baru saja di gelar 21 Maret 2022 lalu dimana menuai protes dan terkesan membuka luka lama masyarakat Bagansiapiapi.
"Karena begitu peringatan 100 Tahun Oi Hi Tiam yang diklaim sepihak dengan sebutan Kapitan ini langsung menuai protes dari berbagai kalangan," ucap Datuk Mustafa.
Hal ini wajar karena masyarakat tahu Oi Hi Tiam tidak pernah diangkat atau di SK kan Sultan Siak tetapi dari Kolonial Belanda hanya mengurusi pajak atau cukai untuk orang Tionghua di Bagansiapiapi itu.
Lalu ada pemutar balikan sejarah, misalnya hibah tanah RS Protomo dan BRI dan masyarakat mengingat sejarah dari Peristiwa Bagansiapiapi I Maret 1946 dan 18 September 1946 menyisakan sejarah kelam yang masih diingat sampai saat ini.
"Kami LAMR menelepon dan malah bertanya mengapa ada menerima peringatan 100 Tahun tersebut dan bertanya siapa itu Oi Hi Tiam dan apa peranya sehingga di besar-besarkan dan di elu-elulan, "ujar Datuk Mustafa.
Dari pihak Panitia dan Oi Hi Tian datang Rio Almusata salah seorang pengurus Bagan Tempo Dulu (BTD) dengan membawa literasi dan beberapa bulu yang diberikan menyampaikan sejarah tentang O Hi Tiam tersebut.
Comel salah seorang cucu dan pewaris Datuk Comel yang diangkat Sultan Siak menjadi Datuk di Bagansiapiapi Tahun 1908 sampai 1912 membentangkan sosok Datuk Comel dan zuriatnya dari Siak Sri Indra Pura keturunan Datuk Pesisir, Datuk Tanah Datar dan Kampar sebagai pemimpin pemerintahan di Bagansiapiapi.
"Ini data sejarah, izinkan saya menyampaikanya keturunan, zuriat serta sebelum Datuk Comel memerintah sebelum Datuk Tengku Bay Tahun 1900-1908," ucap Comel yang namanya memang ada kesamaan dengan Datuknya ini.
Jadi Sultan Siak mengangkat Datuk Comel Leading di Bagansiapiapi dan memimpin cukup lama hingga Datuk berikutnya, "kata Comel Bin Ismail Hatta ini dengan menunjukkan dokumen lama dari silsilah dan SK dari Sultan Siak kepada Datuknya.
Kemudian giliran Adia Ferizko S Sos, Mdi (kandidat Doktor) dosen Unilak sekaligus cucu dari Tuan Syeh Chalifah Oesman Al Khalidi (1875-1946) pendiri rumah suluq dan Hakim Syariah diangkat Sultan Siak sebagaj Hakim Syariah dan Imam di Bagansiapiapi lalu meninggal dunia 18 September 1946 yang jasadnya hingga kini tidak ditemukan.
Negeri Bagansiapiapi ini sudah tua sejak sebelum orang China ke Bagansiapi, hal ini dapat dilihat dari peradaban berdirinya rumah ibadah dan diangkatnya Datuk kami sebagai Hakim Syariah oleh Sultan Siak, "ucap Dosen ini dengan memaparkan fakta sejarah berupa SK dan kitab-kitab tulisan dari Syeh Oesman Al Khalidi tersebut.
"Sayang jasad Unyang kami tak ditemukan dan banyak buku karangan beliau saat belajar di Jabal Qubis Makkah, mengajar di Batu Pahat Johor dibakar saat peristiwa bagan oleh pihak musuh, "katanya dengan raut sedih.
Diskusi berlanjut dengan tanya jawab silih berganti yang dipandu Datuk H Yan Faisal salah seorang wartawan senior berdomisili di Bagansiapiapi ini.
Giliran Datuk Seri Syafrianto Ramli SH yang juga Panglima RMB-LHMR Rohil sekaligus Cicit dari Datuk Paduko dari Kenegerian Kubu yang diangkat Sultan Siak di Tahun 1915 lebih banyak menceritakan fakta dan data sejarah terutama peristiwa Bagansiapiapi.
"Auah kami seorang Sersan anak buah Kapten Rivai Bunsu, ikut dalam peristiwa itu, jadi jelaslah sesuatu tentang Oi Hi Tiam jangan dibesar-besarkan karena dari data yang ada merupakan orang yang di angkat kolonial untuk urusan cukai kepada kaumnya, "ucap Datuk Seri Syafrianto SH .
Sampai pada giliran Bagansiapiapi Tempo Dulu (BTD) Rio Almusata didaulat untuk menyampaikan sinopsis dan data sejarah dari Oi Hi Tiam yang disampaikan ketika acara puncak 100 Tahun Oi Hi Tiam di hadirkan Rohil saat itu.
Namun Rio mengaku pihak panitia memintanya untuk membuat ringkasan sejarah untuk acara tersebut. Sejarah itu dijadikan sebagai acuan oleh Panitia Diswaja Muljadi yang melahirkan protes dari masyarakat Bagansiapiapi.
"Bukan kami BTD Panitianya, tapi mereka, dan benar Kapitan Oi Hi Tiam itu bukan hanya untuk memungut pajak dan bea cukai, karena dulu tanah ini bea cukai untuk Sultan," sebutnya.
Rio juga sempat "Bagaikan" ahli sejarah dengan menyebut bulan marga Ang pertama orang Tionghua di Bagansiapiapi dan menyebut salah seorang Kapitan pasca meninggalnya Oi Hi Tiam seorang yang kejam serta terjadinya peristiwa Bagan I dan II Tahun 1946 lalu.
Diskusi yang dipimpin Datuk H.Ysn Faisal sebagai Moderator dan notulenya Amriadi Bahar berjalan baik dengan silih berganti bertanya dan menunjukan argumen yang ada di tangan peserta.
Akhir dari diskusi tersebut lahir Nota Kesepakatan dan kesimpulan dari argumen dan masukan dari peserta diskusi yang akan di rekomendasikan ke Dinas Pariwisata Rohil dan Bupati Rohil sebagai masukan dan bahan pertimbangan yang akan mencatat sejarah Bagansiapiapi Rohil kedepannya.
Sebagian rekomendasi tersebut pernah disebutkan bahwa Oi Hi Tiam ditunjuk atau diangkat sebagai Sultan Siak sebagai Letnan ataupun di Bagansiapiapi dan hanya oleh pihak kolonial Belanda.
Dimasa mendatang acara peringatan wafat diperingati pihak keluarga saja dan tidak melibatkan pemerintah karena khawatir akan membuka luka lama peristiwa Bagansiapiapi.
Lalu postingan Bagan Tempo Dulu (BTD) diminta tidak memposting, mengklaim dan menyebutkan sumbernya yang jelas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan agar mengetahui kebenaran dan jangan mengkhultuskan Tionghua.
Dalam waktu dekat LAMR Kecamatan Bangko dan Rohil serta peserta diskusi dengan segala bukti serta data autentik akan menghadap Bupati dan Dispora Rohil untuk menyampaikan Noktah Notulen Rapat tersebut.
Adapun peserta berdasarkan diskusi absen peserta sebagai berikut: Datuk H Wazirwan Yunus Msi (LAM-DMDI Rohil), Mustafa (Ketua LAMR Kecamatam Bangko), Datuk Seri Syafrianto SH (PPM-Laskar), Welly Utusan Khusus Kadispora Rohil, Chalifah Idris (Mursik Suluq ), Datuk Rozali Syam, Datuk Rangga (Penggawa Adat Gagak Hitam), Jaka Abdillah (semondo), Diarto (jurnalus), Datuk Zul Hidayat, Datuk Zainal Abidin SH.
Datuk Nazuardi Djuned, Tuan Adia Ferizko (Dosen Unilak), Broto Wiguna, Tuan Abu Nawas, Datuk Amriadi Bahar (Notulen), Datuk H Yan Faisal (Jurnalis/moderator diskusi), Datuk Muhaimin Safri, Datuk Comel Bin Ismail Hatta (zuriat Datuk Comel ).
Datuk Jaswandi (LLMB),bDatin Ridayanti SH (Pengacara), Adek Novianto, Datuk Zaki Almarsi, S Sos (Akademik), Datuk Seri Syafrianto SH (PPM/RMB-LHMR), Rehandika (Rohil Peduli), Datuk Suriman ST (Ayo berbagi /Onwer Media online), Ahmad Syaefi (DMI) dan beberapa undangan lainnya. (Yan)
Berita Terkait :
- Pria Bau Tanah Cabuli Dua Anak Bau Kencur 0
- LAMR Bangko Taja Diskusi Sejarah Tentang Bagansiapiapi0
- ASN Disdukcapil Rohil Mangkir Dua Kali Dari Panggilan Jaksa0
- Kapolres Rohil Sertijab Sejumlah Personel0
- Kejari Rohil Tersangka Korupsi Pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi0
_Black11.png)









