- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Parah Belum Ada Perawatan Pemprov dan Pemda Meranti Jembatan Perawang Ambruk
.jpg)
Meranti, VokalOnline.Com - Sekira pukul 23:15 Wi Jembatan Perawang yang berada di Desa Selat Akar dan menghubungkan antara beberapa desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti ambruk pada Senin (14/8/2023) Malam.
Diketahui bahwa, Jembatan tersebut sepanjang 200 meter itu ambruk dan jatuh ke sungai diduga akibat tiang penahan konstruksi sudah keropos dan cukup lama.
Hal ini benarkan, Camat Tasik Putri Puyu, Zainal mengatakan bahwa sebelum ambruk, jembatan tersebut mengeluarkan bunyi. Begitu mendengar suara keras tersebut, warga setempat pun langsung berhamburan, keluar rumah mendekati sumber suara.
" Dengan lokasi itu seolah menjadi destinasi wisata baru, banyak warga yang berkerumun disana. Dikatakan tidak ada korban jiwa dilaporkan atas insiden tersebut," kata Zainal
Menurut Zainal Pula, Kejadian itu sekitar jam 11 lewat. Sebelum ambruk mengeluarkan suara seperti dentuman. Saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, karena saat itu kondisi jembatan sedang sepi.
Dia menjelaskan bahwa, jembatan yang dibangun pada zaman Kabupaten Bengkalis itu selesai pengerjaannya pada tahun 2007 silam dan sejak Kepulauan Meranti dimekarkan menjadi sebuah kabupaten, jembatan itu belum ada dilakukan pemeliharaan sama sekali.
"Meski sempat Dinas PUPR Provinsi Riau PLt Bupati Asmar meninjau lokasi itu sebelumnya, namun belum ada dilakukan pemeliharaan sejak dibangun dan saat ini jembatan tersebut menjadi wewenangnya PUPR Provinsi Riau. Kondisi jembatan yang patah panjangnya sekitar 70 meter dan ambruk ke dalam sungai," jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa jembatan ini menjadi salah satu akses utama yang dilalui masyarakat, termasuk menjadi satu-satunya akses masyarakat memasarkan hasil perkebunan dan perikanan ke Kecamatan Merbau dan akses transportasi utama menuju ke ibu kota kabupaten di Kota Selatpanjang.
" Sehingga akibat putusnya jembatan tersebut, ribuan masyarakat di wilayah tersebut terancam kesulitan untuk beraktivitas secara ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.
Dikatakan Zainal pula, Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tasik Putripuyu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses orang untuk berurusan ke ibukota Kecamatan Merbau dan ibukota kabupaten di Selatpanjang.
" Adapun selain akses orang yang tidak bisa dilewati dan barang akses barang yang terancam tidak bisadidistribusikan, pasokan listrik untuk Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari Teluk Belitung juga terancam," kata Zainal.
Ia menambahkan, saat ini listrik di seluruh Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari pasokan tenaga listrik di Teluk Belitung mengalami mati total akibat ambruknya jembatan tersebut.(Bom)**
Berita Terkait :
- Plt Bupati Asmar dan Istri Tinjau Kontingen Pramuka Meranti di Cibubur0
- HUT Pramuka Ke 62, Ini Harapan Penggiat Pramuka Di Rokan Hilir0
- Pedagang Bendera Raih Keuntungan di Kota Sagu Momentum HUT RI0
- Walikota Pekanbaru Resmikan Taman Pancing Raudhah Nurul Ibadah0
- Plt Bupati Asmar Buka Lomba Mancing Timang Sungai Suir 20230
_Black11.png)









