- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
PDIP Ingin Kerja Sama Lebih Besar untuk Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024. Hasto pun menyatakan PDIP ingin menjalin kerja sama yang lebih besar lagi, sehingga memiliki kekuatan politik yang signifikan.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar, dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5). dilansir dari cnn indonesia.
PDIP menempati posisi pertama di Pemilu 2019 sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meraih 19,33 persen suara. Hasto mengatakan Indonesia merupakan bangsa gotong royong. Karena itu, dia menuturkan PDIP tidak akan sendirian.
"PDIP Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu, PDI Perjuangan dari bawah. Kita ini bangsa gotong royong, bangsa yang harus bekerja dengan seluruh komponen bangsa," tuturnya.
Adapun berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Hasto pun mengungkapkan PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 10-13 Juni 2022. Rakernas akan membahas langkah-langkah strategis partai menjelang Pemilu 2024.
"Kami punya agenda yang sudah tertata, pada 10-13 Juni, kami akan rakernas kedua," ujarnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Bus Rombongan Peziarah Terguling di Sleman, 1 Orang Tewas0
- Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga0
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
_Black11.png)









