- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Polresta Pekanbaru Nyatakan Murni Bunuh Diri
Jasad Tergantung di Mobil Basement DPRD Riau

Konferensi pers kasus temuan mayat tergantung dalam mobil di basement DPRD Riau. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Polresta Pekanbaru akhirnya menyatakan kematian Fitria Yulisunarti di basement DPRD Riau merupakan kasus bunuh diri. Polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau upaya pembunuhan pada korban.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK melalui Kasat Reskrim Komisaris Andrie Setiawan menjelaskan, kesimpulan bunuh diri pada jasad di basement DPRD Riau berdasarkan rangkaian penyelidikan.
Rangkaian ini berupa olah tempat kejadian perkara, hasil otopsi, pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya. Polisi juga sempat memeriksa teman korban di Kepulauan Riau.
"Sudah 28 saksi yang diminta keterangan dan gelar perkara," kata Andrie, Jum'at petang, 16 September 2022.
Andrie menjelaskan, hasil otopsi menemukan sejumlah luka memar pada leher korban atau kekerasan tumpul. Hal itu disebabkan oleh lilitan kain yang menekan pernapasan sehingga korban mati lemas.
"Dari rangkaian penyelidikan, tidak ada bertentangan dengan kasus gantung diri karena tidak ditemukan kekerasan lain yang mematikan selain luka lecet tekan leher," sebut Andrie.
"Penyebab kematian murni bunuh diri," tambah Andrie.
Sebagai informasi, jasad korban ditemukan oleh petugas sekuriti di basement DPRD Riau pada Sabtu siang, 10 September 2022. Pagi harinya, sekuriti sudah melihat mobil itu tapi tak memeriksa karena korban sudah biasa datang ke DPRD Riau.
Sehari sebelum kejadian, korban datang ke DPRD menemui seorang pria inisial F. Keduanya disebut punya hubungan, tak hanya urusan pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.
Sementara itu, Pria Budi tak menampik hubungan asmara antara korban dan F. Mereka sudah 4 tahun menikah sirih tapi tidak tinggal serumah. (syu)
Berita Terkait :
- Ketua KNPI Pekanbaru Faisal Islami Siap Dukung Progam Pj Wali Kota0
- Naikannya Harga BBM, Omset Pedagang di Pekanbaru Menurun 0
- Wakili Komandan Menwa Pahlawan Riau, Haswinda Hadiri HUT Ke-50 Menwa UIN Suska Riau0
- Kurun Waktu Sepekan Ditlantas Polda Riau & Jajaran Amankan 55 Motor Balap Liar0
- Pria Mengaku Imam Mahdi Diamankan Polda Riau0
_Black11.png)









