Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Desa Kuapan

Publisher Ocuhasbi Daerah
27 Sep 2022, 00:25:35 WIB
Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Desa Kuapan

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Deyus Herman melihat keadaan ternak warga bersama tim


KUAPAN,VokalOnline.Com-Sudah delapan hari ini ternak warga Desa Kuapan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar diserang penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE).

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh  Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Deyus Herman menjelaskan, penyakit ngorok yang menyerang 27 kerbau yang mati mendadak di Desa Kuapan. 


Menurutnya  kronologisnya penyakit ngorok sudah terindentifikasi sejak 18 September 2022. Kata nya Senin (26/9/2022). Seusai turun dari peninjuan diDesa Kuapan sedangkan dari 27 ekor, 8 ekor dipotong paksa. 

"Informasi di lapangan penyakit ngorok yang menyerang hewan ternak kerbau di Desa Kuapan karena ada kerbau yang dibawa oleh  penjual ke Desa Kuapan. Diduga  tertular,  karena kerbau itu dari  XIII Koto Kampar,'' jelas Dayus Herman.

Deyus Herman mengimbau, kepada pemilik ternak jangan panik dan tidak menjualnya. Karena penyakit ngorok ini bisa disembunyikan. Sebab yang di Gunung Bungsu, kerbau yang terjangkit penyakit sudah ada yang sembuh.

"Upaya yang dilakukan pihak dinas sekarang ini dengan melakukan penyemprotan di kandang dan memberikan vitamin pada kerbau yang masih sehat. Kita melakukan isolasi agar ternak kerbau di Desa Kuapan ini tidak dibawa ke luar," tegas Deyus Herman.

Deyus Herman menjelaskan, Tim satgas sudah turun ke lapangan untuk melihat kondisi lapangan. Karena itu, meminta pemilik ternak tidak panik dan tidak menjualnya. Karena penyakit ngorok ini bisa disembuhkan. 

"Agar tidak menular, kerbau yang mati ini sudah dikubur dengan menggunakan alat berat ekskavator," jelas Deyus Herman.

Sementara itu Kepala Desa Kuapan Limas Nur menjelaskan, ada 12 KK pemilik kerbau yang mati mendadak tersebut. Yang mati ini mulai dari anak,kerbau dewasa dan hamil.

"Kita berharap kepada pemerintah bantuan hewan untuk ternak untuk mengembalikan populasi kerbau di Desa Kuapan ini lagi," jelas Limas Nur.

Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan dan Keswan bersama tim Satgas sudah  turun ke lapangan mengecek kondisi hewan ternak.Tutupnya.***Vol3.



Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment