- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Desa Kuapan

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Deyus Herman melihat keadaan ternak warga bersama tim
KUAPAN,VokalOnline.Com-Sudah delapan hari ini ternak warga Desa Kuapan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar diserang penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE).
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Deyus Herman menjelaskan, penyakit ngorok yang menyerang 27 kerbau yang mati mendadak di Desa Kuapan.
Menurutnya kronologisnya penyakit ngorok sudah terindentifikasi sejak 18 September 2022. Kata nya Senin (26/9/2022). Seusai turun dari peninjuan diDesa Kuapan sedangkan dari 27 ekor, 8 ekor dipotong paksa.
"Informasi di lapangan penyakit ngorok yang menyerang hewan ternak kerbau di Desa Kuapan karena ada kerbau yang dibawa oleh penjual ke Desa Kuapan. Diduga tertular, karena kerbau itu dari XIII Koto Kampar,'' jelas Dayus Herman.
Deyus Herman mengimbau, kepada pemilik ternak jangan panik dan tidak menjualnya. Karena penyakit ngorok ini bisa disembunyikan. Sebab yang di Gunung Bungsu, kerbau yang terjangkit penyakit sudah ada yang sembuh.
"Upaya yang dilakukan pihak dinas sekarang ini dengan melakukan penyemprotan di kandang dan memberikan vitamin pada kerbau yang masih sehat. Kita melakukan isolasi agar ternak kerbau di Desa Kuapan ini tidak dibawa ke luar," tegas Deyus Herman.
Deyus Herman menjelaskan, Tim satgas sudah turun ke lapangan untuk melihat kondisi lapangan. Karena itu, meminta pemilik ternak tidak panik dan tidak menjualnya. Karena penyakit ngorok ini bisa disembuhkan.
"Agar tidak menular, kerbau yang mati ini sudah dikubur dengan menggunakan alat berat ekskavator," jelas Deyus Herman.
Sementara itu Kepala Desa Kuapan Limas Nur menjelaskan, ada 12 KK pemilik kerbau yang mati mendadak tersebut. Yang mati ini mulai dari anak,kerbau dewasa dan hamil.
"Kita berharap kepada pemerintah bantuan hewan untuk ternak untuk mengembalikan populasi kerbau di Desa Kuapan ini lagi," jelas Limas Nur.
Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan dan Keswan bersama tim Satgas sudah turun ke lapangan mengecek kondisi hewan ternak.Tutupnya.***Vol3.
Berita Terkait :
- Wanita Muda diTangkap Satres Narkoba Polres Kampar, Memiliki Daun Ganja Kering 6,5 kilo0
- Petani Kop IB Desa Terantang Salup dan Apresiasi, Kepada Didik Priyo Sambodo Kapolres Kampar 0
- Ini Lah Hasil Mediasi Forkopimda Penyelesaian Koperasi Desa Terantang 0
- Sekda Kampar Apresiasi Kadis Diskominfo Dalam Menertibkan Izin Menara 0
- Sekda Minta OPD Terkait Perizinan, Agar Proaktif Jemput Bolo Tingkatkan Hasil PAD 0
_Black11.png)









