Breaking News
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Surat Kabar Harus Punya Strategi Hadapi Gempuran Media Digital

Foto bersama peserta workshop, bimtek dan rakerda SPS Riau di Meeting Room Hotel Ibis Trans Studio, Bandung. IST
Bandung, VokalOnline.Com - Ketua Harian Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat Januar P Ruswita membuka Workshop, Bimtek dan Rakerda SPS Riau di Meeting Room Hotel Ibis Trans Studio, Bandung, Senin (21/2/2022) pagi.
Kegiatan Bimtek itu diikuti sekitar 30-an pengurus SPS Riau yang umumnya adalah owner media cetak/suratkabar. Selama kegiatan yang berlangsung tiga hari hingga Rabu lusa, peserta Bimtek juga rencananya melakukan peninjauan ke suratkabar Pikiran Rakyat Grup di Bandung dan media platform IDN Times di Jakarta.
Ketua Harian SPS Pusat Januar P Ruswita yang juga owner Pikiran Rakyat Bandung dalam sambutannya saat membuka acara Bimtek mengungkapkan, bisnis suratkabar sedang mengalami disrubsi atau gangguan, sehingga tidak berjalan seperti biasa karena kemunculan kompetitor baru, platform media digital.
Sebagai pemain lama bisnis media, kata JP Ruswita, tentu para owner suratkabar mesti memikirkan ulang strategi untuk berhadapan dengan era baru ini.
Berdasarkan data yang dihimpun SPS Pusat, kata JP Ruswita, terjadi penurunan drastis jumlah surakabar harian dan mingguan di Pulau Jawa dari 600 menjadi 400 pada rentang waktu 2015-2021. Begitu juga untuk majalah dari 600 perusahaan turun menjadi 100.
"Tahun 2015 total tiras suratkabar harian/mingguan sebanyak 9 juta eksemplar, turun ke posisi 4,1 juta eksemplar di tahun 2021," papar JP Ruswita.
Kondisi demikian, sebut Januar Ruswita, merupakan tantangan bagi pemilik media mainstream seperti suratkabar dengan meningkatkan kompetensi dan inovasi digital.
"Dan inovasi digital jangan hanya sebatas jadi tantangan, tetapi jadikan sebagai peluang untuk meningkatkan bisnis (media)," harap JP Ruswita.
Sebelumnya Ketua SPS Riau Khairul Amri di kesempatan yang sama mengungkapkan, kegiatan Bimtek tersebut merupakan bukti bahwa owner-owner media, khususnya media cetak, masih tetap bersemangat di tengah gempuran hebat media-media online.
"Sebagai salah satu asosiasi perusahaan pers, alhamdulillah SPS Riau tetap bersemangat meski kondisi (media cetak) berat," kata Khairul Amri.
Boss suratkabar Info Riau tersebut mengungkapkan lewat kegiatan seperti workshop dan bimtek ini diharapkan para pemilik media di Riau memperoleh banyak masukan untuk bisa terus melanjutkan usaha media.
"Media cetaknya tetap hadir, namun bisnisnya bisa saja di tempat lain," ujar Khairul Amri.
Masih Berpengaruh
Dalam Worshop dan Bimtek tersebut, SPS Riau menghadirkan sejumlah narasumber seperti Dr Dadang Rahmat Hidayat SH SSos MSi, Dekan Fikom Unpad dan Pusat Asmono Wikan, Sekjen SPS Pusat. Interaksi peserta dengan para narasumber membuat workshop dan bimtek
Dadang Rahmat membahas tentang "Mengelola Media Massa di Era Digitalisasi". Di antaranya, dijelaskan Dadang, perkembangan media massa akan terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Mengingat saat ini media massa sudah menjadi konvergen, dimana pada saat bersamaan pesan disampaikan melalui semua saluran media yang ada termasuk dengan menggunakan media sosial dan aplikasi tertentu.
"Dengan memiliki multiplatform media akan lebih bisa bertahan karena dapat menjangkau khalayak lebih banyak," katanya.
Meski demikian Dadang memprediksi dan optimis media cetak akan tetap bertahan ke depannya.
"Situasinya kan sama di awal-awal kemunculan televisi. Banyak kalangan dulu memperkirakan radio akan tamat riwayatnya setelah kemunculan televisi. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Saya kira media seperti suratkabar juga demikian saat ini dan ke depannya," urainya.
Untuk itu dalam era digitalisasi sekarang ini, selain terus berinovasi, para pemilik media cetak seperti suratkabar dituntut selalu menjaga gengsi, trust dan kredibilitas lebih kuat.
"Kredibilitas dan tingkat kepercayaan publik, masih di media konvensional, terutama untuk menyentuh pengaruh atau pengambil kebijakan.***
Berita Terkait :
- Irjen Iqbal Sambut Kedatangan Komandan Korem Baru0
- Geger Temuan 1,1 Juta Kg Minyak Goreng, Edy Rahmayadi Buka Suara0
- SE Menag: Sepiker Luar Masjid Saat Takbiran Sampai Jam 10 Malam0
- Gubri Syamsuar Kembali Tunjuk Johny S Mundung Sebagai Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Kehuta0
- Ketua KPK Respon Saran Dirinya Maju di Pilpres 20240
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









