- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Tokoh Riau Thabrani Rab Tutup Usia

Jenazah Thabrani Rab saat disemayamkan di rumah duka. IST
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Tokoh masyarakat Riau, Tabrani Rab meninggal dunia Minggu (14/8) malam pukul 19.46 WIB. Pendiri yayasan Tabrani dan Kampus Kesehatan Univrab itu dimakamkan di kompleks yayasannya hari ini, Senin (15/8).
"Habis Zuhur ini (hari ini) dimakamkan di halaman komplek yayasan ini," ujar salah satu satpam di kompleks Yayasan Gedung Susiana Convention Hall, milik anaknya Susiana.
Tabrani yang dikenal sebagai Presiden Riau Merdeka meninggal setelah dirawat akibat stroke. Sebab, Tabrani pernah menggaungkan Riau merdeka, namun gagal.
Tabrani meninggal karena sakit stroke di RS Awal Bross Sudirman. Rumah sakit tak jauh dari rumah sakit miliknya RS Tabrani.
"Almarhum sakit stroke yang sudah lama," ujar Humas RS Tabrani, Ian Machyar.
Tabrani dibawa ke rumah putrinya di Jalan Dwikora Kota Pekanbaru. Jenazah akan dikebumikan di area Gedung Susiana Convention Hall, Jalan Bakti.
"Jenazah Almarhum Prof Dr dr Tabrani Rab akan dikebumikan siang ini ba'da Zuhur. Dikebumikannya di areal Gedung Susiana Convention Hall di Jalan Bakti," jelas Ian, dilansir Merdeka.com.
Tabrani adalah salah satu tokoh ternama di Riau dengan berbagai gagasannya. Bahkan, Tabrani Rab dikenal sebagai Presiden Riau Merdeka setelah deklarasi 15 Maret 1999 pada awal-awal reformasi.
Meskipun niat itu dipatahkan pemerintah pusat, namun semangatnya untuk memajukan Provinsi Riau tercatat dalam sejarah di Riau. Sejumlah tokoh dan pejabat Forkopimda Riau tampak satu per satu mendatangi Kompleks At Tabrani.
Ratusan pelayat memenuhi kompleks itu. Mereka melantunkan ayat-ayat suci Alquran dari dalam masjid sebelum jenazah dikebumikan. Ratusan papan bunga ucapan duka cita juga memenuhi kompleks.
Tabrani merupakan anak ke-2 dari sepuluh orang bersaudara. Almarhum sejak kecil sudah didik keras dalam keluarga, baik pendidikan agama maupun umum. Hal itu juga diterapkannya pada keluarga sehingga membawa anak-anaknya sukses dalam pendidikan.
"Beliau (almarhum) ini sekolah di kedokteran dan anak-anak nya sudah jadi dokter semua, dan juga cucunya," kata Edi Saputra Rab, adik kandung almarhum.
Edi menceritakan, almarhum bersama adik-adiknya juga dididik dalam kesederhanaan. Kondisi ini lantas membuat dia berupaya untuk meraih kesuksesan dalam bidang pendidikan.
"Alhamdulillah dengan didikan itu membuat mereka berhasil. Karena kata beliau pendidikan adalah jalan yang terbaik untuk jalan kesuksesan," pungkasnya.***
Berita Terkait :
- Mahasiswi L Syok Syafri Harto Bebas0
- Rohil Raih Juara Pertama Lomba Kebersihan Kota se Provinsi Riau0
- Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Activity Based Costing (ABC) Pada UMKM Pabri0
- Tabrani Rab Meninggal, Gubri Sampaikan Ucapan Duka Mendalam0
- Pegawai Kejati Riau Laksanakan Kajian Rutin0
_Black11.png)









