- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya

Jakarta, VokalOnline.Com - Langkah positif ditunjukkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf ) dalam mengembangkan Ekrat. Kemenekraf menggandeng Meta untuk membuka jalan pegiat Ekraf ke Pasar Internasional.
Dimana, Kemenekraf menjajaki kolaborasi dengan perusahaan teknologi Meta untuk memperluas jangkauan pelaku ekonomi kreatif lokal ke pasar internasional melalui pemanfaatan platform digital dan kecerdasan buatan.
Langkah positif ini mendapat dukungan penuh dari anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA melalui pernyataan resmi pada Senin (4/5/2026). Menurut Hendry Munief, inovasi ini bakal memperluas jangkauan pasar Ekraf hingga penguasaan sistem teknologi dan informasi oleh pegiat Ekraf.
"Kita mendapat kabar bahwa Kemenekraf sudah menggandeng perusahaan teknologi Meta. Kerja sama ini akan mencakup pertukaran data tren pasar, pelatihan kreator berbasis pembelajaran gamified, serta penguatan edukasi panduan komunitas agar aktivitas digital lebih aman dan bertanggung jawab. Ini sangat positif untuk menumbuhkan kapasitas dan pasar pegiat ekraf," terang Hendry Munief.
Bahkan dia menyarankan agar Kemenekraf bukan saja menggandeng Meta, namun juga perusahaan teknologi atau aplikator lainnya. Semakin banyak aplikator yang digandeng maka peluang pegiat Ekraf dan UMKM untuk terus berkembang terus berkembang.
"Selain Meta, Kemenekraf juga menggandeng aplikator, marketplace, ojol dan pengembang AI. Para pegiat Ekraf dan UMKM akan lebih banyak jualan di marketplace. Jadi peluang UMKM dan Ekraf makin meningkat." terangnya.
Dimana sebelumnya, Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan peran pemerintah sebagai penghubung untuk memastikan ekosistem kreatif tumbuh optimal dan karya lokal semakin kompetitif di panggung global.
Pihak Meta menyambut positif kolaborasi ini mengingat tingginya tingkat kreativitas dan adopsi teknologi masyarakat Indonesia dalam mengembangkan bisnis. Inisiatif ini diharapkan membantu kreator membangun pemahaman digital yang kuat guna memaksimalkan potensi platform digital dalam menjangkau audiens secara lebih efektif
Kemenekraf menegaskan komitmen mendorong pegiat ekonomi kreatif lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Salah satunya diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi dengan perusahaan teknologi Meta. Langkah ini mempertegas peran Kementerian Ekraf sebagai penghubung strategis agar karya dan talenta lokal semakin dikenal serta kompetitif di panggung global.(**)
Berita Terkait :
- Kades di Tangerang Gelar Pesta Sabu Bareng Warga Balaraja0
- Pendaftaran UTBK SBMPTN Akan Ditutup Hari Ini Pukul 15.00 WIB0
- TPU Ambon Longsor,Jenazah Hanyut0
- Usai Diserang Mabes Polri Dijaga Ketat,Anjing K9 Diterjunkan0
- Diterjang Angin Kencang 73 Gardu Listrik di Samosir Rusak0
_Black11.png)









