- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Wapres RI : BRK Syariah Capaian Signifikan Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Wakil Presiden RI Kh Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa keberhasilan konversi Bank Riau Kepri (BRK) menjadi BRK Syariah adalah capaian signifikan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia
"Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah," katanya, dalam peresmian BRK Syariah di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kamis (25/8/22).
Wapres RI berharap capaian ini juga akan memacu unit usaha syariah bank daerah lainnya. Seperti yang dilakukan konversi oleh bank daerah Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan kemudian Riau.
"Ternyata Riau merupakan bank daerah yang terbesar di antara bank daerah lainnya di Indonesia," ujarnya.
Kemudian, KH Ma'ruf Amin ini juga meminta bank daerah yang lain untuk segera berbenah dan menentukan strategi korporasi yang lebih tepat, sehingga dapat mencatat kinerja yang terus membaik, semakin kompetitif dan semakin berkelanjutan.
Wapres RI menerangkan, seperti dikatakan oleh Gubernur Riau bahwasanya Riau ini daerah yang sangat religius dengan semboyan adat bersendi sarak, syarak bersendi Kitabullah. Sehingga konversi ini sangat tepat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, memang menurut para ulama harta itu ada dua macam ada yang bernilai dan tidak bernilai. Untuk itu, menurut syariah itu yang bernilai itu adalah yang kalau pengelolaan hartanya dilakukan dengan sesuai syariah.
Namun sebaliknya, pengelolaan harta yang tidak dilakukan dengan syariah, maka sama saja tidak ada nilainya.
Oleh karena itu, jelasnya, supaya menjadi berkah hartanya dan itu bernilai di sisi Allah, maka harus dilakukan secara syariah.
"Itulah pentingnya kenapa ekonomi dan keuangan syariah perlu kita kembangkan supaya harta yang kita miliki itu adalah nanti memiliki nilai dan dibenarkan atau diakui keadaannya oleh syariah, dan itu penting untuk kita semua itu," tutupnya
Berita Terkait :
- Disaksikan Wapres RI, Gubri Syamsuar Dilantik Sebagai Ketua KDEKS Riau0
- Di Pangkalan Kasai, Pelaku Judi Slot Higgs Domino Dibekuk Polsek Seberida0
- Dr Supardi : Saya Tak Cari Kekayaan di Sini0
- Penuh Keakraban, Gubernur Syamsuar Hadiri Pisah Sambut Kajati Riau0
- Bentengi Generasi Muda, Gubri dan Kepala BNN RI Launching Integrasi Pendidikan Anti Narkoba0
_Black11.png)









