- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
4 Pangeran Saudi yang Dipenjara di Era Pemerintahan MbS

VokalOnline.Com-- Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) menjalani pemerintahan Arab Saudi sejak 2017 lalu, sederet ulama bahkan keluarga kerajaan mendekam di penjara.
MbS tak ingin kebijakan dan visinya diganggu gugat. Ia sedang sibuk-sibuknya mereformasi Saudi menuju negara terbuka atau moderat sesuai visi 2030.
Visi 2030 merupakan kerangka strategi dan misi Saudi mengurangi ketergantungan negara pada minyak sebagai sumber utama pemasukan.
Mereka mendiversifikasi ekonomi dan mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata.
Namun, di tengah gebrakan Saudi tampaknya hanya ingin dianggap terbuka terhadap dunia luar. Namun, dalam hal kebebasan berpendapat tak mendapat ruang barang cuma sejengkal.
1. Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud
Abdullah menjadi sorotan usai Arab Saudi menjatuhkan vonis 30 tahun penjara pada Agustus lalu.
Ia ditangkap pada 2020 karena ketahuan membahas keponakannya yang ditahan. Sebelum Abdullah ditahan, ia berbincang dengan kerabatnya melalui telepon di Amerika Serikat.
Percakapan telepon itu ternyata didengar intelijen Saudi. Pihak kerajaan kemudian meminta dia pulang ke kampung halaman lalu menahan Abdullah.
Mulanya, Saudi memvonis hukuman bagi Abdullah 20 tahun penjara. Namun, beberapa bulan lalu, hukuman itu bertambah sepuluh tahun menjadi 30 tahun.
2. Pangeran Salman bin Abdulaziz
Saudi juga menahan Pangeran Salman bin Abdulaziz dan ayahnya pada Januari 2018 lalu. Mereka berdua dituduh berkhianat kepada MbS.
Menurut salah satu sumber, Saudi menahan mereka di sebuah rumah di Riyadh dan mengerahkan puluhan polisi untuk menjaganya, demikian laporan The Times.
Pangeran Salman sendiri tak tertarik dengan politik. Ia lebih fokus terhadap pekerjaan filantropi, termasuk mendanai proyek pembangunan di negara miskin.
3. Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz
Pangeran Ahmed juga mengalami nasib nahas masuk bui. Ia ditahan karena dugaan pengkhianatan pada 2020 lalu.
Penahanan ini memicu tuduhan bahwa MbS ingin menyingkirkan orang-orang yang berisiko menghalangi jalan dia.
4. Pangeran Mohammed bin Nayef
Pangeran Mohammed juga ditahan dengan alasan yang sama seperti Pangeran Ahmed. Ia dituding melakukan makar terhadap MbS.
Saudi menangkap Pangeran Mohammed pada 2020 lalu.
Sebelum ditangkap, Raja Salman dilaporkan sempat memilih ia untuk menjadi putra mahkota dan penerus takhta.
Namun, dua tahun kemudian MbS selaku anak kandung Raja Salman merebut takhta.**Syafira
Berita Terkait :
- Rusia Ancam Israel jika Pasok Senjata ke Ukraina0
- Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami0
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
_Black11.png)









