- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
Anak Bunuh Keluarga di Magelang karena Jengkel Tak Diperhatikan

Jakarta, VokalOnline.Com - Polda Jawa Tengah menyebut motif pembunuhan satu keluarga dengan racun di Magelang dikarenakan pelaku yakni Dhio Daffa Syadilla (22) merasa jengkel.
Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Raharjo Puro menyebut pelaku jengkel terhadap kedua orang tua dan sang kakak karena merasa tidak diperhatikan dan didesak mencari pekerjaan.
"Pengakuannya sih karena jengkel tak pernah diperhatikan keluarga, yang baru-baru ini itu terus-terusan disuruh mencari kerja," ujarnya dalam konferensi pers di Polres Magelang, Selasa ( 29/11).
Dhio yang merasa kesal terus ditekan tersebut, kata dia, akhirnya memutuskan untuk membunuh kedua orang tua dan kakaknya menggunakan racun yang dibeli secara daring.
"Merasa tak nyaman, akhirnya tersangka nekad menghabisi orang tua dan kakaknya," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Jateng Sumy Hastry menyebut racun yang digunakan pelaku masuk dalam kategori ganas dan mematikan untuk manusia.
Sumy menyebut dari hasil autopsi yang dilakukan ketiga korban mengalami luka bakar di bagian tenggorokan hingga lambung.
"Sadis kok ini, racunnya juga sangat mematikan. Dari autopsi itu, bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar", jelasnya.
Sumy menjelaskan, racun tersebut dicampurkan pelaku ke dalam teh dan kopi yang disuguhkan kepada para korban. Dia menduga racun yang digunakan tidak mengubah warna dan rasa dari minuman tersebut.
"Kalau lihat lukanya, dosis yang dipakai cukup banyak. Bisa sampai 2-3 sendok teh. Sepertinya racunnya tidak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi itu," ujarnya.
Sumy belum dapat memastikan jenis racun yang dipakai pelaku. Sampai saat ini tim Labfor Polda Jateng masih menganalisis temuan racun tersebut.
"Saya belum tahu itu jenisnya, karena masih diperiksa Labfor. Dan pastinya yang berwenang menyampaikan hasilnya nanti Labfor," kata dia.**Syafira
Berita Terkait :
- Iran Ancam Timnas jika Ogah Nyanyi Lagu Kebangsaan Lagi di Piala Dunia0
- Gunung Api Terbesar Dunia Mauna Loa Hawaii Meletus, Perdana sejak 19840
- Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia0
- Jokowi Ungkap Kriteria Presiden RI: Sadar Keberagaman, Hindari Gesekan0
- China Perketat Keamanan usai Demo, Polisi Cegat dan Cek HP Warga0
_Black11.png)









