- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Gunung Api Terbesar Dunia Mauna Loa Hawaii Meletus, Perdana sejak 1984

VokalOnline.Com-- Gunung api terbesar di dunia, Mauna Loa di Hawaii, meletus pada Senin (28/11) waktu setempat, untuk pertama kalinya sejak 1984 silam.
Lava cair terlihat mengalir dari puncak gunung, sementara kepulan asap menutupi area sekitar Mauna Loa.
Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan erupsi di Taman Nasional Gunung Api Hawaii itu tak mengancam masyarakat, walau lava terlihat mengalir ke satu arah.
"Semua indikasi menunjukkan erupsi itu hanya akan berkutat di Zona Retakan Timur Laut," demikian pernyataan USGS
Meski erupsi diperkirakan hanya berkutat di tempat yang sama, USGS tetap mengimbau warga agar waspada dan memantau informasi lebih lanjut.
"Berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya, periode awal erupsi Mauna Loa dapat sangat dinamis, dan lokasi aliran lava dapat berubah dengan cepat," demikian pernyataan USGS, seperti dilansir AFP.
Para ahli juga memperingatkan bahwa angin dapat membawa gas vulkanik dan Pele's Hair ke area bawah. Pele's Hair merupakan sebutan untuk butiran halus yang terbentuk ketika lava membeku dengan cepat di udara.
Sementara itu, Layanan Cuaca Nasional di Honolulu memperingatkan bahwa abu ini mungkin dapat berakumulasi di beberapa daerah di pulau itu.
Departemen Transportasi Hawaii pun meminta calon penumpang pesawat untuk mencari informasi lebih lanjut terkait penerbangan mereka.
"Penumpang dengan penerbangan ke Bandara Internasional Hilo atau Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona di Keahole harus cek ke maskapai sebelum menuju bandara terkait aktivitas gunung api di Mauna Loa," demikian pernyataan mereka.
Badan Penerbangan Federal AS juga "memantau ketat erupsi gunung api itu dan akan merilis imbauan perjalanan udara ketika ukuran abu sudah dipastikan."
Kini, para ahli vulkanologi terus memantau pergerakan lava, termasuk seorang ahli bernama Robin George Andrews. Menurutnya, erupsi ini patut diwaspadai karena ini merupakan gejala perdana sejak 1984.
Mauna Loa sendiri sudah erupsi 33 kali sejak 1843. Terakhir kali, Mauna Loa erupsi pada 1984. Selama 22 hari, Mauna Loa terus memproduksi lava yang mencapai sekitar 7 kilometer ke Hilo.**Syafira
Berita Terkait :
- Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia0
- China Perketat Keamanan usai Demo, Polisi Cegat dan Cek HP Warga0
- Iran Ancam Bui Keluarga Timnas Jelang Piala Dunia Hari Ini, Kenapa?0
- China Usir Kapal Jelajah Rudal AS yang Terobos Wilayah Dekat LCS0
- Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur0
_Black11.png)









