- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Batik Air Jelaskan Penumpang Meninggal Usai Sesak Nafas

(batikair)
Vokalonline.com Dilansir Dari CNN Indonesia -- Maskapai Batik Air menjelaskan alasan penerbangan nomor ID-6187 pada Kamis (18/03) rute Timika, Papua Barat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Banten dialihkan dan melakukan pendaratan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Pengalihan pendaratan dilakukan karena salah seorang penumpang berinisial MN membutuhkan bantuan medis. Penumpang berusia 21 tahun itu mengaku sesak di bagian dada.
Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan pedoman protokol kesehatan perusahaan, MN menerima bantuan dari tenaga medis dalam penerbangan tersebut.Menurut prosedur kerja penanganan penumpang, awak kabin kemudian memberikan POB (tabung oksigen portabel) dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang, menyandarkan kursi serta memasangkan masker oksigen.
Menurut Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro, pilot penerbangan yakni Made Betha Yoga Pradnyana memutuskan untuk pengalihan pendaratan (divert) ke bandar udara terdekat.
Pesawat mendarat pada 15.37 WITA di bandara Sultan Hasanuddin dan MN menerima penanganan dan penjemputan untuk dibawa ke rumah sakit.
"Batik Air mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, penumpang MN meninggal dunia yang menyatakan adalah tim medis rumah sakit," katanya, dikutip dari rilis pada Jumat (19/3).Danang menyebut petugas Batik Air di Makassar bersama pendamping membantu proses pengurusan jenazah dan administrasi.
Kemudian, pesawat berkode penerbangan ID-6187 mengudara kembali (18/03) dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin pada 16.44 WITA dan sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 17.44 WIB.
Danang memastikan dalam penerbangan itu semua penumpang serta awak pesawat sudah menjalani pemeriksaan kesehatan covid-19 dan dinyatakan negatif."Sebelum masuk ke pesawat udara (ketika berada di terminal keberangkatan) surat hasil uji kesehatan sudah diverifikasi oleh petugas medis dari lembaga yang berwenang," tambahnya.
Dia juga menyebutkan sebelum keberangkatan tidak ada penumpang yang memberikan informasi dengan kondisi tertentu yang menyangkut kesehatan seperti sakit.
"Atas nama manajemen dan seluruh karyawan Batik Air mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya MN di rumah sakit," tutupnya.
(wel/age)
Berita Terkait :
- Harga Emas Antam 18 Maret Naik ke Rp.935 Ribu0
- Dukung Pemulihan AS, The Fed Pertahankan Suku Bunga Rendah0
- Aturan Khusus THR 2021 Ditargetkan Kelar Awal Ramadhan0
- Mendag Sebut Impor Beras Untuk Invertasi Harga Saat Naik0
- Bantuan UMKM Dilanjutkan Tahun Ini0
_Black11.png)









