- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Ekonomi RI Menguat di Tengah Krisis Energi Global, Apa Iya?

Jakarta, VokalOnline.Com - Ekonomi Indonesia diklaim menguat di tengah krisis energi global dan kenaikan harga energi global. Berdasarkan data Bank Dunia, indeks harga energi global pada kuartal III 2022 naik 2,61 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Secara tahunan, harga energi global meroket 64,72 persen pada September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan harga energi pada komoditas minyak mentah sebesar 84,6 persen. Kemudian, gas alam naik 10,8 persen, dan batu bara naik 4,7 persen.
Kenaikan harga energi global ini mendorong lonjakan inflasi. Tak terkecuali inflasi di Indonesia yang pada September 2022 tercatat di 5,95 persen atau naik dari bulan sebelumnya, yaitu 4,69 persen.
"Secara garis besar, dapat dikatakan Indonesia harus berbangga. Jadi di tengah krisis energi, ekonominya justru terpantau menguat," ujar Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Girta Yoga dalam diskusi daring, mengutip Antara, Selasa (25/10),di lansir dari cnn indonesia.
"Meskipun inflasi naik drastis, Indonesia juga diimbangi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif, sehingga isu (inflasi) tadi terminimalisir," lanjutnya.
Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Indonesia Jiro Tominaga menilai Indonesia memiliki momentum yang kuat di sepanjang sisa tahun ini.
Karenanya, ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022, yakni dari 5 persen pada April lalu menjadi 5,4 persen pada September 2022.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga mengungkap perekonomian domestik pada kuartal III terus membaik ditopang oleh peningkatan konsumsi swasta dan investasi non-bangunan, ekspor, termasuk daya beli masyarakat yang masih terjaga di tengah lonjakan inflasi.
Tak hanya itu, indikator lainnya dan hasil survei BI terakhir, seperti indeks keyakinan konsumen, penjualan eceran, serta purchasing managers index (PMI) manufaktur, menunjukkan pemulihan ekonomi berjalan baik.
Dari sisi eksternal, ekspor diperkirakan tetap kuat, khususnya komoditas batu bara, CPO, serta besi dan baja, seiring dengan permintaan sejumlah mitra dagang dan kebijakan pemerintah mendorong ekspor CPO dan produk turunannya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Agar Hasil Kuat dan Kokoh, Campuran Semen dan Material Harus Tepat0
- Pekerjaan Fisik Terus Digenjot Tim Satgas TMM Ke 115, Meskipun Hari Libur0
- Progres Sasaran 3 Mencapai 50 %, Pengerjaan Semenisasi Jalan Terus Dikebut 0
- Danau Raja Jadi Objek Wisata Alternatif Untuk Siang dan Malam Hari di Inhu0
- Satgas TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR Pasang Gorong-Gorong Secara Manual0
_Black11.png)









