- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Gubernur Syamsuar Hadiri Haul Allah Yarham Syekh Ma'sum Tambusai ke-62 di Desa Sungai Kumango Rohul

Gubri Syamsuar menghadiri Haul Allah Yarham Syekh Ma'sum Tambusai ke-62 di di Dusun Surau Suluk Tariqat Naqsabandiyah, Kuala Tambusai, Desa Sungai Kumango, Kecamatan Tambusai-Rohul
Rohul, VokalOnlone.Com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menghadiri Haul Allah Yarham Syekh Ma'sum Tambusai ke-62. Pertemuan tersebut sekaligus merayakan Hari Raya Iduladha 1444 hijriyah.
Bertempat di Dusun Surau Suluk Tariqat Naqsabandiyah, Kuala Tambusai, Desa Sungai Kumango, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu (Rohul) , pada Jum'at (30/6/2023).
Orang nomor satu di Provinsi Riau itu mengatakan, sebagai sebuah negeri yang religius, melayu tidak dapat dipisahkan dengan Agama Islam. Melayu sangat identik dengan Islam, sebutnya, maka kegiatan-kegiatan menuju jalan keberkahan mesti dipertahankan.
Kemudian, Gubri sampaikan, seperti pelaksanaan kegiatan tarekat harus senantiasa dilakukan di negeri melayu. Hal tersebut mesti dilestarikan untuk menjaga keberkahan di negeri lancang kuning.
"Melayu adalah suatu kodrat dari Allah, bahwa orang-orang melayu ini pasti beragama Islam. Dan kegiatan menuju jalan kebenaran seperti pelaksanaan tarekat harus dijaga dan dipertahankan, Sepanjang dzikir dilantunkan, maka negeri kita pasti Allah ridhoi keselamatannya." ujarnya.
Gubri juga tak lupa mengajak untuk selalu mensyiarkan Alquran dan salawat di bumi melayu.
Selanjutnya, mantan Bupati Siak dua periode itu mengimbau masyarakat untuk mempertahankan bahasa daerah. Kerena menurutnya sudah banyak bahasa daerah yang punah di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu telah mengikuti rapat di Kementerian Dalam Negeri. Pertemuan itu terkait revitalisasi bahasa melayu, bersama Sekjen Kemendagri, Dirjen Bangda, Dirjen Administrasi Keuangan Daerah, Sekjen Kemendikbud, serta Kaban Bahasa Kemendikbud.
Oleh karena itu, ucapnya, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjaga bahasa daerah tetap dilestarikan. Bahkan bahasa daerah dimasukkan ke dalam mata pelajaran di bangku sekolah.
"Dari pembahasan rapat tersebut, saat ini pemerintah telah membuat program belajar bahasa daerah, sudah merupakan kewajiban belajar bahasa daerah di seluruh tanah air, provinsi dan kabupaten se Indonesia. Maka jangan heran jika kita nanti berbahasa melayu, karena hal ini memang dianjurkan, dan harus dipelihara, tidak boleh hilang di daerah kita ini," tandasnya.
Jaga Kondusivitas
Pada kesempatan itu, Gubri Syamsuar juga mengajak masyarakat yang hadir untuk selalu menjaga kondusifitas daerah.
Apalagi menjelang Pemilu 2024. "Walau kepentingan dan pilihan kita mungkin berbeda, tapi mari sama-sama kita jaga keamanan daerah kita," pungkas Syamsuar seraya meminta agar para ulama tariqat mendo'akan yang terbaik untuk Riau dan Indonesia. **Fira
Berita Terkait :
- Terima Kasih Atas Kritik, Semoga Payung Elektrik Masjid Raya Annur Segera Fungsional0
- Idul Adha 1444 H, PKDP Qurban 15 Ekor Sapi dan 5 Ekor Kambing 1 Juli 2023 di Pekanbaru 0
- Ketua Pengadilan Tinggi Riau Tutup Usia0
- Disorot, DPR Minta ODOL Diselesaikan Lintas Sektoral0
- Diskominfo dan Setwan DPRD Inhu Kunjungi Yube Media Group0
_Black11.png)









