- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Gubernur Syamsuar Pastikan Zakat ASN Lebih Aman dengan Sistem Ini

Gubernur Riau Syamsuar. IST
Jakarta, VokalOnline.Com - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar memastikan pengelolaan zakat penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau lebih baik dan terpercaya. Sebab, per Maret 2022, zakat penghasilan ASN dipotong langsung dengan menggunakan aplikasi payroll system.
"Jadi pemotongan zakat penghasilan ASN ini tidak lagi melalui bendahara gaji, tapi langsung dipotong oleh pihak bank, dalam hal ini Bank Riau Kepri (BRK) dan langsung ditransfer ke rekening Baznas Provinsi yang juga ada d BRK," ulas Gubri sebelum melalukan pertemuan dengan Dubes Arab Saudi, di Jakarta, Rabu (2/3/2022).
Gubri menjelaskan hal ini menyusul kasus penggelapan dana zakat sekira Rp1,1 miliar oleh oknum mantan bendahara di Bappenda Provinsi Riau.
Kasus ini menjadi perhatian serius Gubri. Saat ini oknum mantan bendahara itu sedang diperiksa oleh Inspektorat Provinsi Riau dan diminta untuk mengembalikan seluruh uang zakat yang ditilap.
Menyikapi kasus ini, Gubri juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Baznas Provinsi Riau, yang juga dihadiri Wagubri, pihak BRK dan sejumlah pejabat terkait.
Pertemuan itu menyepakati agar pemotongan zakat penghasilan ASN tidak lagi secara manual, tapi menggunakan aplikasi. Sehingga tertutup kemungkinan untuk melakukan penggelapan.
"Karena begitu diinput ke sistem bahwa ASN tersebut adalah muslim, maka otomatis gajinya terpotong 2,5 persen untuk zakat penghasilan," urai Gubri lagi.
Per Maret 2022, sesuai aplikasi payroll system, zakat penghasilan ASN telah terkumpul sekira Rp1,4 miliar.
"Artinya, kalau sebulan dari gaji saja Rp1,4 miliar, berarti dalam setahun akan terkumpul sekira Rp17 miliar," ungkap Gubri seraya menyebut bahwa pengumpulan zakat dipastikan akan meningkat, karena tahun lalu hanya terkumpul sekira Rp15 miliar.
Semakin besar zakat yang diterima Baznas, diharapkan semakin terbuka kesempatan untuk membantu dan memberdayakan kaum du'afa. Dan harta yang dizakatkan menjadi bersih dan berkah.***
Berita Terkait :
- Di Panipahan Peserta Vaksin Dapat Sembako Gratis 0
- Ikut Vaksin, 192 Warga Raja Bejamu Dapat Bansos0
- Kantor Pos Bengkalis Kembali Langgar Protokol Kesehatan0
- Tingkatkan Literasi Siswa, PWI Pelalawan Gelar Lomba Surat Dan Artikel0
- Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat Pelaksanaan Kegiatan 2022 dan Renja 20230
_Black11.png)









