- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Hamas Bantah Ada Campur Tangan Iran Ikut 'Keroyok' Israel

Militan Hamas bantah Iran ikut campur tangan dalam serangan ke Israel. Foto: REUTERS/STRINGER
Jakarta, VokalOnline.Com - Milisi Palestina, Hamas, membantah Iran terlibat dalam serangan habis-habisan ke Israel yang menewaskan hingga 1.600 orang sejak Sabtu (7/10).
Seorang pejabat senior Hamas, Ali Barakeh, mengatakan Iran tak terlibat dalam serangan Hamas sebab rencana serangan tersebut disusun oleh hanya belasan komandan.
Sekutu dekat seperti Iran serta Lebanon tak diberitahu soal waktu serangan.
"Hanya segelintir komandan Hamas yang tahu tentang rencana operasi tersebut," kata Barakeh kepada Associated Press.
Barakeh juga membantah bahwa pihaknya diberikan lampu hijau oleh Iran untuk melancarkan serangan ke Israel dalam pertemuan pekan lalu di ibu kota Beirut, Lebanon.
Barakeh berujar tak ada seorang pun dari komando pusat ataupun biro politik Hamas yang berada di Beirut dalam kurun waktu itu.
Meski begitu, dia menilai Iran dan Lebanon "akan bergabung dalam pertempuran jika Jalur Gaza menjadi sasaran serangan."
Barakeh mengakui bahwa Iran dan kelompok militan Hizbullah Lebanon pernah membantu Hamas di masa lalu. Namun, sejak perang Gaza 2014, Hamas menurutnya sudah memproduksi roket dan melatih prajurit sendiri.
Lebih lanjut, Barakeh juga membantah spekulasi bahwa serangan yang sudah direncanakan lebih dari setahun itu diluncurkan untuk menggagalkan upaya Amerika Serikat membujuk Arab Saudi agar normalisasi dengan Israel.
Barakeh menegaskan pihaknya menyerang Israel akibat ulah provokatif pemerintah sayap kanan Israel selama setahun terakhir, mulai dari berkunjung ke situs suci Yerusalem hingga menekan para tahanan Palestina di Tel Aviv.
Seiring dengan itu, ia percaya bahwa Israel berencana membunuh para pemimpin Hamas.
Dalam kesempatan yang sama, Barakeh juga mengaku bahwa Hamas terkejut dengan operasi serangan yang ternyata berdampak sangat besar.
"Kami terkejut dengan keruntuhan ini," kata Barakeh.
"Kami mulanya berencana untuk membuat beberapa keuntungan dan menukar tahanan. Tentara ini adalah macan kertas," ucapnya.
Serangan Hamas terhadap Israel di Jalur Gaza disebut-sebut mendapat bantuan dari Iran.
Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby turut melontarkan kecurigaan ini dengan menyebut "ada tingkat keterlibatan" dari Iran dalam insiden ini.
Meski begitu, Kirby mengatakan belum "melihat bukti nyata bahwa Iran terlibat langsung dalam berpartisipasi atau memberikan sumber daya, serta merencanakan serangan-serangan kompleks yang dilakukan Hamas selama akhir pekan."(fit)**
Berita Terkait :
- Korban Tewas Festival Musik Israel Capai 260 Jiwa, Beberapa Disandera0
- Ketum JMSI Kembali Jadi Petisioner Masalah Sahara Maroko0
- Ledakan di Dekat Parlemen Turki, Disebut Aksi Teroris0
- Bom Bunuh Diri Meledak di Turki, 1 Teroris Berhasil Dilumpuhkan0
- Tak Perlu lagi instalasi, Photoshop akan Hadir dengan Versi Web dengan fitur secara gratis0
_Black11.png)









