- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
HMMM.....Gubernur Riau Juga Larang Masyarakat Mudik Lokal

Pengecekan kendaraan penumpang di perbatasan Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Lonjakan Covid-19 di Riau membuat Gubernur Riau Syamsuar tidak memperbolehkan masyarakat Bumi Lancang Kuning melakukan mudik lebaran meskipun bersifat lokal. Dia menyebut mudik lokal hanya boleh sebelum tanggal 6 Mei 2021.
"Di atas tanggal 6 semuanya dilarang," kata Syamsuar di Pekanbaru.
Beberapa hari lalu, Syamsuar di berbagai media menyebut mudik lebaran lokal bisa dilakukan masyarakat pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Mudik lokal bersifat antara kota atau kabupaten dalam satu provinsi.
Perubahan sikap ini diduga berkaitan erat dengan perkembangan Covid-19 di Riau sejak awal April. Sebab Riau per 19 April 2021 mencatat rekor tertinggi jumlah kasus konfirmasi kumulatif di Pulau Sumatra.
Dibanding 9 provinsi lainnya, Riau telah mencatat 39103 kasus. Selain itu, Riau juga menjadi pemuncak angka kematian di Pulau Sumatra yaitu 966 warga meninggal dunia akibat Covid-19.
Meski demikian, Riau juga mencatat angka kesembuhan cukup tinggi. Hingga kini sudah ada 35461 pasien terkonfirmasi sembuh dan bergabung kembali dengan keluarga.
Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyebut larangan mudik lokal bisa mengurangi bertambahnya kasus baru. Namun menurutnya, yang penting itu bagaimana menjalankan protokol kesehatan meskipun tidak mudik.
Yovi menjelaskan, lonjakan Covid-19 terjadi karena masyarakat berpuas diri dengan kondisi sekarang. Puas diri dicampur jenuh karena sudah setahun lebih hidup dengan masker dan berjarak.
"Setahun itu bukan waktu lama untuk pandemi, ini masih panjang," kata Yovi.
Masyarakat jenuh dan berpuas diri bisa berakibat fatal. Yovi mencontohkan India yang saat ini tengah menghadapi gelombang tsunami Covid-19 karena masyarakat jenuh sehingga mengabaikan protokol kesehatan.
"Dulu heboh soal Italia, sekarang India, dan Indonesia bisa juga seperti karena tipikal masyarakatnya sama, bandel," kata Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- Belasan Orang Serang Petugas Bea Cukai di Jalan Juanda Pekanbaru0
- Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini0
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
- Bawaslu Proses Laporan PPS Rohul Sebarkan Foto Pasangan Calon Untu PSU0
- Ratusan Polisi Jaga Ketat Pemungutan Suara Ulang di Rohul dan Inhu0
_Black11.png)









