- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
IHSG Diprediksi Menguat Usai Kondisi Jenuh Jual

(kompas.com)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham hari ini, Senin (5/4).
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan penguatan indeks saham dikarenakan pergerakan indeks saham memasuki area oversold dalam beberapa hari terakhir.
Oversold adalah kondisi jenuh jual akibat harga saham di bursa sudah mengalami tekanan jual dan mencapai titik jenuh."Selain itu, indikator stochastic bergerak menyempit mengindikasikan potensi rebound," ungkap Dennies dalam risetnya.
Meski demikian, penguatan diperkirakan hanya bersifat jangka pendek, sebelum kembali melanjutkan pelemahan. Ia memprediksi indeks bergerak dalam rentang support 5.928-5.956 dan resistance 6.016-6.048.
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG masih berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
Menurut dia,indeks akan bergerak dalam rentang support 5.827 dan resistance 6.088. "Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi wajar," ujar William.
Meski demikian, selama support level mampu dipertahankan cukup kuat, William memprediksi peluang kenaikan IHSG jangka pendek masih terbuka lebar.
"Mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi stabil yang terlihat dari data yang telah terlansir," imbuhnya.
Ia menyarankan pasar mencermati sejumlah saham, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (1/4), IHSG ditutup menguat ke level 6.011.Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp1,17 triliun.
(hrf/bir)
Berita Terkait :
- Dahlan Iskan Soroti Keuangan BUMN Karya 0
- Sayonara, Giant Pamulang Square Tutup Permanen 0
- Rupiah Menguat Usai Libur Paskah 0
- Harga Emas Antam 5 April, Turun ke Rp.921 pergram0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
_Black11.png)









