- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Imbas Perang Rusia-Ukraina, Nikel Pecah Rekor ke US$101 Ribu per Ton

Harga komoditas nikel mencetak rekor pada pertengahan perdagangan, yaitu US$101 ribu per ton. Namun, harganya mulai turun.
Jakarta, VokalOnline.Com - Harga nikel mencetak rekor pada perdagangan Selasa (8/3). Bahan komoditas metal yang dipakai untuk memproduksi baterai kendaraan listrik hingga besi anti karat itu bahkan sempat menembus US$101.365 per ton.
Namun saat ini, harga nikel mulai berangsur turun ke level US$82.195 per ton. Melansir AFP, lonjakan harga nikel disebabkan oleh kekhawatiran terganggunya pasokan nikel produksi Rusia sejalan dengan meroketnya harga komoditas lainnya di pasar.
Selain nikel, harga komoditas batu bara juga melonjak. Batu bara acuan ICE NewCastle naik 0,93 persen menjadi US$422,65 per metrik ton pada perdagangan Senin (7/3) waktu setempat. dilansir dari cnn indonesia.
Mengutip Barchart, harga batu bara terpantau naik drastis sejak akhir Februari dari level US$200-an menuju US$300-an dan saat ini melonjak ke atas US$400 per metrik ton. Dalam sebulan terakhir terjadi lompatan 95,67 persen.
Komoditas lain yang juga ikut naik harga adalah emas, perak, tembaga, hingga platinum. Melansir Bloomberg, harga emas spot melonjak 1,3 persen menjadi US$2.022 per troy ons. Sementara, komoditas perak naik 2,55 persen menjadi US$26,38 per troy ons. Lalu, tembaga naik 3,31 persen menjadi US$488,75 per pound.
Sedangkan platinum naik 2,21 persen menjadi US$1.152 per troy ons. Angka tersebut berdasarkan data real time Bloomberg yang ditulis pada Selasa (8/3) pukul 15:10 WIB.**vol/jn
Berita Terkait :
- Aktivitas PT di Madina Ditutup Sementara Usai 58 Warga Keracunan Gas0
- Kasus Proyek Gereja di Mimika, KPK Duga Ada Aturan Dikesampingkan0
- Prabowo Bertemu Wamenhan Arab Saudi Bahas Kerja Sama Militer0
- Seluruh DIY untuk Pertama Kali Berstatus PPKM Level 40
- Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Diperiksa KPK di Kasus Bupati Probolinggo 0
_Black11.png)









