- Pastikan Situasi Aman Kondusif, Lapas Tembilahan Laksanakan Razia Insidentil Blok Hunian
- Hendry Munief dan Kemenpar Gelar Bimtek Promosi Wisata di Rohil: Latih Gen Z Manfaatkan Media Sosial
- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ungkapkan Keinginan Jujur
Ngaku Telah Berbohong

Korban pemerkosaan di Rokan Hulu (tengah) mengaku telah berbohong dan merekayasa kasusnya. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Ibu rumah tangga berinisial Z yang mengaku menjadi korban pemerkosaan di Rokan Hulu mengaku telah berbohong. Pengakuannya telah dirudapaksa oleh empat pria teman suaminya disebut sebagai rekayasa belaka.
Hanya saja, ibu muda ini tak mengetahui apa motif suaminya menyuruh berbohong. Apakah ada dendam karena pekerjaan karena suaminya berteman dengan empat pria yang dituduhnya.
Kepada wartawan, Z mengaku sudah ingin berkata jujur. Namun sang suami selalu mengintimidasi, bahkan mengancam akan membunuh dia bersama anaknya jika tidak mau berbohong.
Kebohongan Z kepada penyidik akhirnya tak terelakkan setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menggunakan alat deteksi kebohongan. Penggunaan alat ini karena Z selalu merubah keterangan.
"Ya, karena alat itu (usai diperiksa dengan alat deteksi kebohongan," kata Z.
Sementara itu, dua kuasa hukum Z, Andri Hasibuan dan Firnando Hutagalung menyebut dugaan kebohongan Z sudah tercium sejak kasus ini diambil alih oleh Polres Rokan Hulu.
Selanjutnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau ikut terlibat dan menggunakan kriminal sistem investigasi. Sejumlah alat digunakan sehingga tidak ada yang bisa mengelak.
"Jadi sejak di Polres, dilakukan tracing hingga akhirnya terungkap," kata Andri.
Andri dan Firnando kemudian bersepakat dengan Z untuk membuka semua ini. Pernyataan harus dibuat karena sudah banyak pihak yang telah dirugikan atas pengakuan Z ini.
Atas pengakuan ini juga, terhitung Selasa siang, 21 Desember 2021, Andri dan Firnando mengaku telah memutus kuasa terhadap Z dan suaminya.
"Terhitung hari ini kami tidak kuasa hukum lagi dari Z," tegas Andri.
Andri bersama Firnando mengaku akan berdiskusi untuk tindakan hukum selanjutnya karena juga merasa dibohongi oleh Z.
Agar Z tidak tinggal sendiri karena ada potensi ancaman dari suaminya, Andri sudah menghubungi keluarga Z untuk melindungi.
Di sisi lain, Z sendiri masih di bawah perlindungan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Riau.
"Sampai saat ini masih dan selama pemeriksaan selalu didampingi oleh PPA Polda Riau, polisi juga siap," kata Andri. (syu)
Berita Terkait :
- IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ngaku Dipaksa Suami0
- Mengejutkan, IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ngaku Sudah Berbohong0
- Warga Kampar Ditangkap Polisi Sebar Hoax Soal Vaksin0
- Kejari Selamatkan Aset Pemda Kampar di Kota Padang0
- Menunggu Penyerahan Tersangka Korporasi Pembakar Lahan di Siak0
_Black11.png)









