- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Jaksa Tahan Kades Penilap Dana Desa Untuk Trading Forex

Jaksa saat menahan Kades di Kelayang karena melakukan korupsi terhadap dana desa. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com -Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu menahan Kepala Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim berinisial A. Tersangka melakukan korupsi dengan menilap dana desa senilai Rp471 juta.
Dana itu seharusnya dipergunakan untuk infrastruktur desa. Namun oleh tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi dengan bermain Trading Forex.
Kepala Kejari Indragiri Hulu Furqon melalui Kasi Pidsus Eliksander Siagian SH menjelaskan, tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan. Selama 20 hari akan dititipkan di tahanan Polsek Rengat Barat.
"Audit kerugian negara sudah ada, audit dilakukan oleh Inspektorat," jelas Eliksander, Rabu siang, 20 Juli 2022.
Eliksander menjelaskan, kerugian negara itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun 2020 dan 2021. Anggaran itu diperuntukan untuk kegiatan fisik seperti pengerasan jalan dan gedung.
Selanjutnya pembangunan pagar gedung serba guna, pembelian pipa Pamsimas, penerangan lampu jalan desa, rehab jalan beton, semenisasi jalan lingkungan hingga saluran air.
"Semua kegiatan fisik itu dicairkan uangnya tapi fisiknya tidak ada ada alias fiktif," kata Eliksander.
Untuk mencairkan uang itu, tersangka memerintahkan bawahannya. Setelah cair, uang diambil alih tanpa dibuatkan kwitansi dan pertanggungjawaban penggunaan.
Guna menghindari masalah, tersangka meminta bawahan lainnya membeli nota kosong kemudian nota tersebut diisi sesuai dengan jumlah uang pada rencana kegiatan.
"RAB, gambar dan sketsanya ada tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan, pengakuan tersangka uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi dan bermain Trading Forex," terang Eliksander.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pelaku sempat mengembalikan uang ke negara. Namun dari total kerugian itu, baru Rp100 juta yang disetorkan ke negara oleh tersangka.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Berita Terkait :
- RZ Berkumpul Akhirnya Bebas0
- Ikuti Pelatihan Pra Pensiun Karyawan RAPP Sambut Pensiun Dengan Mantap0
- KAMMI Riau Desak KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Bansos Siak 2011-20190
- Alhamdulillah Angka Kemiskinan Riau Menurun Dan Ekspor Meningkat0
- Dua alat berat di tangkap KPH Kesatuan Pengelolaan Hutan0
_Black11.png)









