Kembali Digelar, Femfest 2021 akan Launching Platform dan Chatbot Carilayanan

Publisher Vol/Din Nasional
18 Nov 2021, 19:13:58 WIB
Kembali Digelar, Femfest 2021 akan Launching Platform dan Chatbot Carilayanan

Suasana konferensi pers pemaparan Femfest 2021 yang digelar secara virtual, Kamis, 18 November 2021. (FOTO: IST)


VOKALONLINE.COM-Femfest (Feminist Festival) kembali digelar tahun ini. Sebelumnya, Femfest sudah dua kali diselenggarakan, tepatnya 2017 dan 2019. Semua dilaksanakan secara luar jaringan.

Femfest ketiga ini akan digelar tanggal 26 hingga 28 November 2021. Tema yang diangkat kali ini adalah 'Untuk Internet yang Lebih Feminist'. Demikian terungkap pada konferensi Pers Femfest 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Kamis, 18 November 2021.

Ketua Femfest 2021 Yoane Salim menyampaikan, salah satu agenda yang utama pada Femfest tahun ini adalah peluncuran secara resmi platform yang memfasilitasi para korban kekerasan berbasis gender mencari lembaga yang membantunya dalam melalui dan mengatasi kekerasan berbasis gender yang dialami, biasa disebut lembaga layanan. Platform itu berupa situs web yang beralamat di carilayanan.com.

Carilayanan.com sudah diluncurkan secara tidak resmi (softlaunching) pada Februari 2021. Selain situs carilayanan, juga diluncurkan chatbot Cari Layanan di media sosial Facebook dan Twitter.

Dua Ribu

Noval Auliady sebagai Program Manager Jakarta Feminist menyatakan, sejak softlaunching, tiap bulannya ada dua ribuan pengunjung situs. Warga Pekanbaru, Riau adalah salah satu pengunjung terbanyak di carilayanan.com.

Namun, carilayanan tidak memberikan layanan pendampingan korban secara langsung. Ini adalah suatu platform yang dapat memandu korban mencari lembaga layanan yang dirasa paling sesuai untuk dirinya sendiri.

"Carilayanan tidak menerima pelaporan secara langsung. Namun, memberikan informasi tentang lembaga layanan, agar mengurangi proses pelaporan yang panjang dan pengulangan cerita yang menambah beban korban. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi risiko kebocoran data, karena keamanan dan privasi korban adalah prioritas kami," kata Noval. 

Yoane melanjutkan, tema Femfest tahun ini ditetapkan atas dasar adanya hasil survei daring Jakarta Feminis yang diambil pada akhir tahun 2020. Hasil survei menunjukkan, jumlah laporan kekerasan berbasis gender mengalami kenaikan yang sangat signifikan selama pandemi, khususnya kekerasan berbasis gender online. 

Secara Daring

Di situ terhamparkan bahwa hampir separuh (48 persen) dari korban kekerasan berbasis gender pernah mengalami kekerasan secara daring. Itu dapat berupa ancaman dan tindakan penyebaran foto/video intim.

Karenanya, diharapkan berbagai lapisan masyarakat bersama-sama mewujudkan ruang digital yang aman dan nyaman bagi perempuan serta kelompok marjinal lainnya.

“Tema Feminist Festival 2021 sangat pas, karena berangkat dari kenyataan sosial yang sedang terjadi saat ini. Jakarta Feminist berharap Feminist Festival 2021 dapat semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya ruang digital yang aman dan nyaman bagi perempuan dan kelompok marjinal lainnya,” kata Yoane melanjutkan.

Masyarakat umum sangat terbuka kesempatannya mengikuti rangkaian kegiatan yang dipersiapkan selama Femfest 2021. Antara lain adalah diskusi, lokakarya, pemutaran film dan pertunjukan seni. 

Noval juga menyampaikan, masyarakat yang ingin mengikuti diskusi, workshop dan pertunjukan seni bisa langsung mendaftarkan diri di https://linktr.ee/Femfest2021 untuk mendapatkan link Zoom atau menyaksikan melalui kanal YouTube Jakarta Feminist.

Sebagai tambahan informasi, Feminist Festival adalah acara dwitahunan yang diadakan Jakarta Feminist dengan mengangkat tema feminisme dan kesetaraan. Jakarta Feminist merupakan komunitas feminis muda-mudi lintasgender di Indonesia. Mereka juga merupakan inisiator Women’s March Jakarta. (din)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment