- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Disdik: Sekolah Jangan Buat Kebijakan Sendiri Soal Belajar Selama Pandemi

Pembelajaran tatap muka terbatas selama pandemi Covid-19 di Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Melandainya kasus harian Covid-19 di Riau, khususnya Pekanbaru, membuat sejumlah pihak sekolah mulai ancang-ancang melakukan pembelajaran full day atau seharian penuh. Bahkan sudah ada beberapa sekolah swasta curi-curi waktu terkait pembelajaran seharian penuh ini.
Padahal sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sudah mengingatkan sekolah tidak mengambil kebijakan sendiri. Setiap sekolah di bawah wewenang dinas kota, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya belajar selama empat jam pelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas menyatakan akan memberikan sanksi bagi sekolah yang menerapkan full day. Pihaknya akan turun langsung mengawasi sekolah yang kedapatan melanggar.
"Kalau ada informasi sekolah menerapkan full day, sampaikan saja," kata Ismardi, Selasa siang, 9 November 2021.
Ismardi menjelaskan, pembelajaran tatap muka terbatas selama pandemi Covid-19 mengacu pada keputusan bersama atau SKB empat menteri. SKB itu tidak memperbolehkan full day school.
Menurut Ismardi, full day school selama pandemi sangat berpotensi menularkan Covid-19. Dia tak ingin terjadi sehingga muncul kluster sekolah di Pekanbaru.
"Sekolah sudah diperingatkan berulang kali, jangan buat kebijakan sendiri nanti kena sanksi," kata Ismardi.
Ismardi menambahkan, pihak sekolah tidak perlu menerapkan full day saat ini karena jam pelajaran sudah bertambah. Dari yang awalnya tiga jam menjadi empat jam pelajaran.
"Sekolah swasta seharusnya mengikuti aturan yang berlaku, tim pengawas akan turun terkait informasi full day school ini," tegas Ismardi.
Saat ini, ada empat tim pengawas dari dinas yang turun setiap hari ke sekolah. Mereka turun secara acak ke setiap sekolah untuk memastikan tidak ada pelanggaran disiplin protokol kesehatan dan jam pelajaran.
Setiap hari, tim pengawas melaporkan hasil kegiatannya di sekolah yang dikunjungi. Tim ini juga mengingatkan pihak sekolah jika dinilai telah mulai longgar menerapkan protokol kesehatan.
Sejauh ini, kluster Covid-19 di Pekanbaru sejak pembelajaran tatap muka terbatas masih nihil. Memang di beberapa sekolah ada guru terinfeksi tapi tidak sampai menular ke peserta didik. (syu)
Berita Terkait :
- Riau Luncurkan Program Mobil Masker Cegah Gelombang Ketiga Covid-190
- Pekanbaru Kebut Vaksinasi Lansia Untuk Kejar PPKM Level 10
- Bukannya Dilindungi, Sejumlah Oknum Dosen Malah Intimidasi Mahasiswi0
- BEM Unri Kawal Ketat Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen0
- Polisi Tangkap Pembantu Rumah Tangga Live Bugil di Kediaman Majikan0
_Black11.png)









